Lima santri Gontor kembali dikirim ke RS Lapangan Surabaya

Lima santri Gontor kembali dikirim ke RS Lapangan Surabaya

Ilustrasi - Santri Gontor yang terpapar COVID-19 melakukan aktivitas senam pagi di area taman RS Indrapura Surabaya, Selasa (14/7/2020). ANTARA/ Courtesy Pondok Modern Gontor/pri.

Ponorogo, Jatim (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kembali mengirim lima orang santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 ke RS Lapangan Indrapura Surabaya karena terkonfirmasi positif infeksi SARS-CoV-2 berdasarkan pemeriksaan tes usap PCR.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni, Sabtu menjelaskan, total santri Gontor yang terpapar Corona hingga saat ini berjumlah 43 orang, termasuk di dalamnya lima kasus baru yang terkonfirmasi berdasarkan hasil tes usap PCR yang diterima GGTP COVID-19 Ponorogo pada Jumat (17/7).

"Kalau jumlah penambahan kasusnya per Jumat kemarin ada 10 orang. Rinciannya, lima dari Gontor dan lima lainnya tersebar di wilayah Bungkal, Kauman, Jetis dan seorang pengasuh pondok pesantren di Magelang yang asalnya Ponorogo," kata Ipong menjelaskan.

Khusus untuk lima santri Gontor yang terpapar Corona, Bupati Ipong menjelaskan mereka sebelumnya telah terdeteksi reaktif berdasar hasil tes cepat (rapid test) COVID-19.

Begitu ada indikasi terinfeksi Corona, para santri asal dari berbagai daerah di Indonesia ini kemudian dilakukan pengambilan sampel dahak/lendir hidung dan tenggorokan.

Hasilnya baru keluar Jumat (17/7), sehingga informasi itu segera dilakukan tim GGTP COVID-19 Ponorogo dengan melakukan tracing dan testing (penelusuran dan pemeriksaan) ke sejumlah kontak erat.

"Semenjak dinyatakan reaktif mereka sudah melakukan isolasi di fasilitas isolasi yang disediakan pondok. Insya Allah selanjutnya akan dirawat di Surabaya bersama santri/ ustadz lainnya yang sudah dinyatakan positif sebelumnya," papar Ipong.

Lima kasus baru lain didominasi dari klaster ronowijayan.

Kelima pasien COVID-19 nonklaster Gontor itu adalah pengasuh pondok pesantren di Magelang berusia 58 tahun , perempuan 31 tahun yang merupakan kontak erat pasien konfirmasi posolitif dari klaster Ronowijayan, laki-laki 35 tahun yang juga memiliki riwayat kontak erat pasien klaster Ronowijayan (rekan sekantor) dan pasangan suami-istri asal Bungkal yang terkonfirmasi positif Corona.

Selain kabar 10 kasus baru, Ipong juga mengabarkan empat kasus sembuh, sehingga dari total akumulasi kasus COVID-19 sebanyak 124 orang, 55 di antaranya sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Baca juga: 11 santri Pondok Gontor kembali ditemukan positif COVID-19
Baca juga: 10 santri Pondok Gontor terpapar COVID-19 sembuh total
Baca juga: Ponpes Gontor nyatakan 11 santri positif COVID-19 dalam kondisi baik
Baca juga: Tujuh kasus COVID-19 di Pondok Gontor berasal dari luar daerah
(*)
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020