CanSino China bahas uji coba Tahap III vaksin COVID-19 di LN

CanSino China bahas uji coba Tahap III vaksin COVID-19 di LN

Seorang anggota staf mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing, China, 11 April 2020. China telah menyetujui dua kandidat vaksin COVID-19 nonaktif untuk uji klinis. Dua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co.Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras.

Beijing (ANTARA) - Pengembang vaksin asal China CanSino Biologics sedang membahas peluncuran uji coba Tahap III vaksin eksperimental COVID-19 miliknya dengan Rusia, Brazil, Chile dan Arab Saudi, kata salah satu pendiri perusahaan itu, Sabtu (11/7).

Keberhasilan China dalam mengurangi infeksi COVID-19 memperumit pihaknya untuk melakukan uji coba vaksin skala besar, dan sejauh ini hanya sedikit negara yang setuju untuk bekerja sama dengannya.

"Kami sedang mengontak Rusia, Brazil, Chile dan Arab Saudi (untuk uji coba Tahap III) dan masih dalam pembahasan," kata direktur eksekutif sekaligus pendiri CanSino, Qiu Dongxu, saat konferensi soal pengembangan obat antivirus di Suzhou, China timur.

Menurutnya, uji coba Tahap III sepertinya akan dimulai "segera", dan perusahaan berencana melibatkan 40.000 partisipan.

Calon vaksin COVID-19 buatannya, Ad5-nCov, menjadi yang pertama di China yang beralih ke uji klinis manusia pada Maret, namun tertinggal oleh calon-calon vaksin lainnya dalam hal kemajuan. Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan unit China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk dilakukan uji coba Tahap III.

Qiu mengatakan uji coba Tahap II, yang melibatkan 508 orang, menunjukkan hasil "yang jauh lebih baik" dari Tahap I terkait keamanan dan kemampuan untuk memicu respons imun. Ia tidak menyebutkan bukti spesifik.

Menurutnya, pabrik baru yang sedang dibangun di China akan memungkinkan pihaknya memproduksi 100-200 juta dosis vaksin COVID-19 per tahun pada awal 2021.

Militer China, yang unit penelitiannya ikut mengembangkan calon vaksin, menyetujui penggunaan di kalangan militer bulan lalu, sementara dua injeksi eksperimental Sinopharm diberikan kepada pekerja di perusahaan milik negara yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Belum ada vaksin yang disetujui untuk melawan COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru, yang menelan lebih dari setengah juta korban jiwa secara global.

Sumber: Reuters

Baca juga: Brazil setujui uji klinis vaksin COVID-19 buatan China

Baca juga: China uji vaksin COVID-19 tahap ketiga di Uni Emirat Arab

Baca juga: Jika uji klinis sukses, Afrika bakal punya vaksin COVID-19 tahun depan


 

Vaksin COVID-19 belum ditemukan, masyarakat harus ubah pola hidup

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020