Konsumsi produk gasoline-gasoil naik 40 persen memasuki normal baru

Konsumsi produk gasoline-gasoil naik 40 persen memasuki normal baru

Ilustrasi-salah satu SPBU di wilayah Denpasar, Bali. ANTARA/HO-Humas PT Pertamina. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Denpasar (ANTARA) - Konsumsi produk gasoline seperti premium, perta-series dan gasoil seperti solar, biosolar, dexlite, dan pertamina dex, mengalami peningkatan 40 persen sejak akhir Juni 2020 atau memasuki masa normal baru.

"Untuk produk gasoline mengalami kenaikan konsumsi sebesar 9 persen, sedangkan gasoil 31 persen, sehingga keduanya menjadi 40 persen. Jika dibandingkan dengan konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil sebelum pandemi, terjadi penurunan untuk konsumsi produk jenis gasoline sebesar 18 persen dan 11 persen untuk produk jenis gasoil," kata Jr. Officer Communication and Relations MOR V, Taufik R. Lubis saat dihubungi di Denpasar, Kamis malam.

Ia menjelaskan pada bulan Juni 2020, konsumsi produk BBM jenis gasoline sebesar 443.000 KL dibandingkan dengan Mei 2020 sebesar 407.000 KL. Untuk konsumsi produk BBM jenis gasoil pada Juni sebesar 199.000 KL dibandingkan dengan Mei 2020 sebesar 151.000 KL.

Sedangkan pada kondisi normal sebelum pandemi, konsumsi produk gasoline sebesar 540.000 KL dan konsumsi produk gasoil sebesar 223.000 KL.

"Di antara wilayah Pertamina MOR V Jatimbalinus, Wilayah Jawa Timur, dengan konsumsi terbesar untuk gasoline yaitu 327.000 KL dan konsumsi gasoil sebesar 159.000 KL pada Juni 2020 kemarin," jelas Taufik.

Sebelumnya pada Minggu (5/7) Pertamina MOR V Jatimbalinus juga memberikan harga khusus pertalite setara dengan harga premium untuk para konsumen. Harga pertalite turun menjadi Rp6.450 per liter untuk kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning, dan taksi plat kuning yang berlaku pada 50 SPBU mulai tanggal 5 Juli 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020.

Ia mengatakan BBM dengan kandungan oktan (Research Octane Number/RON) lebih tinggi seperti pertalite itu lebih ramah lingkungan karena lebih rendah emisi dan membuat pembakaran di ruang mesin lebih sempurna sehingga pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit.

Selain itu, pihaknya juga mengajak agar masyarakat menggunakan transaksi non-tunai dalam masa pandemi COVID-19. Dengan transaksi 'cashless', tentunya dapat meminimalisir kontak fisik yang terjadi akibat penggunaan uang tunai baik bagi pelanggan maupun operator yang bertugas di SPBU.

"Dari data saat ini, jumlah SPBU yang dapat melayani transaksi cashless dengan MyPertamina sebanyak 1.047 SPBU," katanya.

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020