Teten Masduki waspadai prediksi OECD terkait UMKM terancam bangkrut

Teten Masduki waspadai prediksi OECD terkait UMKM terancam bangkrut

Teten antisipasi prediksi kebangkrutan UMKM Indonesia dengan digitalisasi (Humas Kemenkop)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berupaya mengantisipasi prediksi OECD yang menyebutkan 50 persen UMKM terancam bankrut dalam dua bulan ke depan, dengan mengoptimalkan digitalisasi.

Teten Masduki dalam acara Webinar UMKM bertema Transformasi Digital UMKM, Kamis, mengatakan OECD memprediksi bahwa dalam dua bulan ke depan, 50 persen UMKM terancam kolaps.

“Hal ini perlu kita waspadai bersama, dengan mempersiapkan diri menghadapi The New Normal. Kami memperoleh gambaran dari beberapa e-commerce bahwa UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi adalah UMKM yang melakukan re-purposing product dalam kegiatan usahanya,” kata Teten Masduki. Termasuk, lanjut dia, UMKM yang memanfaatkan momentum saat ini untuk masuk ke dunia digital.

Baca juga: Teten dukung transformasi digital UMKM jadi solusi di tengah pandemi

Ia mengaku mendapatkan arahan khusus dari Presiden Jokowi agar pada 2020 mendorong tercapainya 10 juta UMKM Go Online atau ada penambahan 2 juta dari kondisi awal 2020.

Hal inilah, kata Teten, yang diharapkan akan menjadi langkah antisipasi yang tepat dalam menghadapi proyeksi kolaps bisnis UMKM.

Pihaknya telah melakukan sejumlah upaya sehingga sejak 14 Mei 2020 tercapai penambahan 789.116 unit UMKM yang masuk ke ekosistem digital dari target 2 juta UMKM.

Menurut dia, ada dua hal penting dalam digitalisasi yaitu memperluas akses pasar serta memperbaiki bisnis proses.

Baca juga: Menkop percepat transformasi digital UMKM di tengah COVID-19

“Tentu pemerintah perlu berperan dalam akselerasi kedua aspek tersebut. Baik melalui penyiapan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas SDM-nya, hingga aspek promosi dan pemasaran serta kegiatan lainnya,” kata Teten Masduki.

Beberapa di antara program peningkatan kapasitas SDM antara lain EDUKUKM, Pelatihan e-commerce, seri webinar dan SPARC Campus serta Pahlawan Digital UKM.

Strategi Kementerian Koperasi dan UKM dalam menghadapi pandemi dibagi menjadi fase-fase seperti pandemi, normal baru, dan keberlanjutan.

“Diperlukan kolaborasi semua pihak baik kementerian/lembaga, dunia usaha, akademisi agar seluruh inisiasi dapat dilakukan secara komprehensif dan memastikan produk UMKM menguasai pasar nasional dan global,” kata Teten Masduki.

Baca juga: Menkop Teten Masduki dorong pelaku UMKM manfaatkan platform digital

Baca juga: Menteri Teten: Digitalisasi bisa perluas akses pembiayaan bagi UMKM


 
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020