PGN gandeng Pertamina jajaki industri petrokimia

PGN gandeng Pertamina jajaki industri petrokimia

Ilustrasi. Jaringan pipa gas di Lampung. (ANTARA/Agus Wira Sukarta)

Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggandeng subholding kilang yang dimiliki Pertamina (Persero) dalam menjajaki industri petrokimia.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Suko Hartono dalam RDP dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin, mengatakan saat ini dalam masa studi yang ditargetkan rampung pada 2023.

Dalam prosesnya, sumber gas nantinya akan berasal dari Grissik di Sumatera Selatan dan dari Jambaran Tiung Biru yang ada wilayah Jawa Timur.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut juga dibahas mengenai capaian jaringan gas atau jargas. Dirut PGN menjelaskan hingga 2019 sudah membangun jaringan gas sepanjang 3.838 kilometer.

Suko menjelaskan jaringan tersebut berarti sudah membangun 537.936 sambungan rumah tangga (SR).

"Sambungan rumah tangga itu tersebar di 17 provinsi dari 34 provinsi, lalu 60 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota atau 10 persen-11 persen," katanya.

Baca juga: Dirut: PGN telah bangun jargas sepanjang 3.838 km, 537.936 sambungan
Baca juga: 19 pelanggan PGN di Medan sudah menikmati harga gas 6 dolar AS/MMBTU
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020