Tim SAR lakukan penyisiran darat dan laut cari wisatawan tenggelam

Tim SAR lakukan penyisiran darat dan laut cari wisatawan tenggelam

Personel FKSD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat saat melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilang tenggelam wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cisolok. ANTARA/Aditya Rohman/am.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di hari kedua pencarian wisatawan yang hilang tenggelam di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan menyisir sejumlah lokasi baik di darat maupun laut.

"Untuk hari ini Senin, kami menurunkan empat personel untuk melakukan pencarian di darat dengan cara menyisir pantai di sekitar lokasi hilang tenggelamnya korban ke arah selatan atau Palabbuhanratu sejauh 1,5 kilometer," kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Senin.

Sementara, untuk tim dari Basarnas melakukan pencarian wisatawan yang diketahui bernama Sholeh Supartho (20) warga Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di tengah laut dengan menggunakan perahu jenis congkreng milik nelayan sekitar.

Hingga pukul 12.00 WIB kondisi cuaca cukup mendukung, namun belum ada tanda-tanda tubuh korban muncul ke permukaan laut. Kemungkinan korban masih berada di bawah laut atau bisa saja terselip di karang.

Baca juga: Tim SAR temukan bangkai lumba-lumba terdampar di Pantai Ujung Genteng

Baca juga: Dua wisatawan Bogor hilang tenggelam di Pantai Karangsari Sukabumi


Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan nelayan setempat baik yang hendak berangkat maupun pulang melaut untuk memberikan informasi jika menemukan ada benda mencurigakan yang diduga tubuh korban. Sebab banyak kasus penemuan jenazah korban awalnya berasal dari informasi nelayan.

Menurutnya, dalam operasi ini pihaknya juga berkoordinasi dengan personel dari TNI, Polri serta Badan Penyelamata Wisata Tirta (Balawista) setempat dan diharapkan korban bisa segera ditemukan.

"Jika melihat lamanya korban tenggelam kemungkinan kecil selamat, tapi kami belum bisa menyebutkan apakah korban sudah meninggal dunia atau belum karena hingga saat ini belum ditemukan," tambahnya.

Okih mengimbau kepada wisatawan agar tidak terulang kasus kecelakaan laut agar selalu memperhatikan rambu dan aturan dari petugas penjaga pantai. Kejadian kecelakaan laut yang selama ini terjadi biasanya korban tidak mengindahkan aturan dan nekat berenang di lokasi rawan. 

Baca juga: Dua remaja tewas tenggelam di Sungai Cigunung Sukabumi

Baca juga: Wisatawan korban kecelakaan laut ditemukan meninggal

 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020