Lima kecamatan di Lamandau Kalteng dilanda banjir

Lima kecamatan di Lamandau Kalteng dilanda banjir

Bupati Lamandau Hendra Lesmana terjun ke lokasi banjir untuk mendistribusikan bantuan sembako kepada para korban musibah banjir di Nanga Belantikan, Jumat (26/6/2020) ANTARA/HO-Pemkab Lamandau.

Nanga Bulik, Kalteng (ANTARA) - Banjir merendam 14 desa dan dua kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, akibat meluapnya Sungai Lamandau menyusul hujan deras di daerah setempat dalam beberapa hari terakhir.

"Desa Nanga Belantikan merupakan salah satu desa di Kecamatan Belantikan Raya yang terdampak banjir dan menyebabkan akses jalan darat terputus. Kita berdoa semoga airnya segera surut," kata Bupati Lamandau Hendra Lesmana di Nanga Bulik, Sabtu.

Baca juga: Barito Utara Kalteng kembali terendam banjir luapan sungai Barito

Menurut dia, akibat banjir yang terus meluas hingga menggenangi belasan desa di lima kecamatan, membuat pemerintah kabupaten menetapkan status tanggap darurat banjir.

Banjir yang terjadi di belasan desa pada lima kecamatan tersebut akibat curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi merata di Kabupaten Lamandau sejak sepekan terakhir.

Baca juga: Banjir bandang di pedalaman Gunung Mas Kalteng telan korban jiwa

Pemerintah daerah juga telah menggelar rapat bersama SOPD terkait untuk mengkoordinasikan penanganan dampak banjir tersebut.

"Dalam rapat yang kita gelar diambil beberapa langkah mulai dari penyaluran bantuan sosial, penyiapan penampungan beserta dapur umum, serta penanganan dampak penyakit yang ditimbulkan serta langkah lainnya yang dianggap perlu," tegas dia.

Baca juga: Barito Utara-Kalteng masih dilanda banjir di tengah pandemi COVID-19

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu pun tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya banjir, juga terhadap penyakit yang biasanya muncul saat bencana banjir melanda dan setelahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau Edison Dewel mengatakan desa yang terdampak air banjir luapan Sungai Lamandau tersebut adalah Kecamatan Bulik terdapat di Kelurahan Nanga Bulik, Desa Bunut, Desa Sei Mentawa dan Desa Kujan.

Baca juga: Di tengah pandemi COVID-19, banjir di Barito Utara-Kalteng meluas

Kemudian di Kecamatan Belantikan Raya di Desa Nanga Belantikan, Kecamatan Lamandau di Kelurahan Tapin Bini, Desa Penopa, Desa Sekoban, Desa Bakonsu/Sangkarapuyan, Desa Karang Taba dan Desa Sungai Tuat.

Kemudian di Kecamatan Bulik Timur banjir melanda Desa Sungkup, Desa Nuangan, Desa Nanga Palikodan, dan Desa Peringatan, serta di Kecamatan Menthobi Raya banjir terjadi di Desa Lubuk Hiju.

"Dari lima kecamatan dan 14 desa serta dua kelurahan tersebut ada sebanyak 723 Kepala Keluarga (KK) dan 1.069 jiwa yang terdampak bahaya banjir," terangnya.

Baca juga: Korban banjir di Pulang Pisau Kalteng mulai mengungsi

Dewel juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga akan membangun beberapa posko penanganan banjir yang akan dibangun posko induk di Kantor BPBD, kemudian 1 posko di gedung LKMD Nanga Bulik, serta posko di Desa Nanga Belantikan.

Sementara ini pihaknya juga telah menyalurkan sebanyak 172 paket dan saat ini masih disiapkan untuk penambahan bantuan yang akan didistribusikan ke kawasan terdampak lainnya hingga ke pelosok.

"Sementara yang kita sudah salurkan di Kelurahan Nanga Bulik, Desa Bunut, Sungai Mentawaz dan Nanga Belantikan, dan kita masih usulkan penambahan sesuai data tadi," kata Dewel.

Baca juga: BP2MI koordinasi pemenuhan hak pekerja migran asal Lamandau meninggal
Pewarta : Kasriadi/Koko Sulistyo
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020