Tim gabungan sisir pantai cari korban kapal tenggelam Pulau Gosong

Tim gabungan sisir pantai cari korban kapal tenggelam Pulau Gosong

Ilustrasi -Tim SAR Kota Padang berangkat mencari 3 korban ABK bersama kapal bagan penangkap ikan yang tenggelam diterjang badai di sekitar Pulau Sawo pada hari ke lima di Padang, Sumbar, Selasa (19/5). FOTO ANTARA/Maril Gafur /ED/mes/09

Padang (ANTARA) - Tim gabungan menyisir pantai dan perairan untuk mencari tiga korban yang belum ditemukan dari peristiwa kapal tenggelam di perairan Pulau Gosong Gadang, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Minggu (21/6).

"Hari ini pencarian masih terus kami lakukan dibantu instansi terkait lainnya, namun hingga pukul 16.00 WIB belum membuahkan hasil," kata Kepala Basarnas Padang Asnedi, di Padang, Kamis.

Ia mengatakan pencarian telah dimulai sejak Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan alat utama bersama tim gabungan.

Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan pantai serta pulau-pulau yang ada. "Tim juga menyisir hingga ke perairan Pesisir Selatan, namun belum membuahkan hasil," katanya.

Baca juga: Kapal nelayan Sungailiat tenggelam akibat tersambar petir

Baca juga: Korban longboat karam di Sungai Mendalam ditemukan tewas


Ia mengatakan pada Kamis tersebut cuaca di laut masih cerah sehingga tidak menghambat upaya pencarian, pihaknya bersama instansi terkait lain akan terus berupaya maksimal untuk mencari korban.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Ketua Nelayan Sumbar dalam upaya pencarian korban," katanya.

Ditengarai tiga korban yang masih belum ditemukan sampai saat ini merupakan pemancing. Tiga orang tersebut adalah korban dari terbaliknya kapal nelayan di perairan Pulau Gosong Gadang pada Minggu sore, diketahui kapal berisi 13 orang.

Namun sepuluh orang di antaranya sudah berhasil ditemukan pada Senin (22/6) dalam keadaan selamat.

Pada bagian lain, Basarnas Padang mengimbau kepada masyarakat yang hendak berwisata pulau atau kelompok pemancing bisa menahan diri terlebih dahulu mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. "Dikhawatirkan akan membahayakan keamanan serta keselamatan masing-masing."

Baca juga: Cari kapal tenggelam di Nias Selatan, Basarnas kerahkan KN Nakula

Baca juga: 7 korban kapal tenggelam di Perairan Wakatobi ditemukan selamat
Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020