Konawe Utara tanggap darurat banjir

Konawe Utara tanggap darurat banjir

Bupati Konawe Utara Ruksamin saat meninjau daerah yang kebanjiran setelah hujan tiga hari tiga malam membuat air sungai meluap dan mengakibatkan banjir. (ANTARA/HO-Humas Pemda Konawe Utara)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul banjir yang melanda beberapa bagian wilayahnya pada Kamis (18/6).

Menurut Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 240 Tahun 2020 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Konawe Utara yang diterima di Kendari, Jumat, status tanggap darurat bencana banjir diberlakukan 14 hari dari 14 Juni hingga 30 Juni 2020.

Status tanggap darurat bencana banjir diberlakukan di enam wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Oheo, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe, dan Kecamatan Wiwirano.

Hujan deras yang turun tiga hari tiga malam menyebabkan banjir di sebagian wilayah Konawe Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Konawe Utara Rahmatullah pada Kamis malam mengatakan banjir meliputi Kecamatan Langkikima, Wiwirano Landawe, dan beberapa desa di Kecamatan Oheo.

Rahmatullah mengungkapkan bajir menyebabkan jalur transportasi terputus di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe.

"Kami tadi sudah turun pantau bersama Bupati. Kami kasih turun politelin atau perahu karet bantuan dari BNPB untuk membantu warga menyeberang. Itu kami lakukan antar jemput masyarakat yang mau keluar dan masyarakat yang mau masuk," kata Rahmatullah.

Banjir, ia melanjutkan, juga melanda Pondoa, Polora dan Landiwo. Di Polora banjir sudah mulai surut.

"Tapi yang di Desa Linomoyo Sambandete, tadi pagi kami ke sana, ke daerah Langkikima airnya belum meluap ke jalan yang di jembatan Linomoyo. Saat ini sudah meluap ke jalan dengan tinggi air hingga mencapai mata kaki," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, jalur menuju ke Sulawesi Tengah masih dapat dilalui.

"Kalau yang akses ke Sulawesi Tengah masih, yang akses ke Routa yang di Desa Pondoa saja itu kemarin kebetulan dua hari saya berturut-turut pantau terus. Kemarin saya sampai di sana di Desa Pendoa saya tidak bisa tembus karena ada kali di situ yang tidak bisa dilewati karena arusnya agak deras," katanya.

Ia menambahkan, banjir belum sampai menggenangi rumah warga.

"Alhamdulillah sampai sekarang ini belum ada tapi yang di Desa Landiwo itu dan Landawe hampir rata-rata rumah tinggi. Kemarin saya lewat belum terlalu tinggi tapi tadi sudah hampir sampai di lantai," katanya.

Dia menyampaikan daerah yang terdampak banjir saat ini tahun lalu juga kebanjiran karena hujan membuat air sungai meluap.

"Sesuai informasi warga yang meluap Sungai Langkikima dengan Sungai Landawe. Yang kami khawatirkan pengalaman tahun-tahun kemarin, apalagi tahun 2019 lalu kalau Sungai Lasolo sudah naik, makanya kami tidak berhenti untuk memantau terus perkembangannya," katanya.

Baca juga:
Kabupaten Konawe Utara kembali dilanda banjir
TNI bantu pulihkan daerah terdampak banjir di Konawe Utara
Pewarta : Hernawan Wahyudono
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020