Pemkab Batang kaji buka trayek bus wisata Batang-Dieng

Pemkab Batang kaji buka trayek bus wisata Batang-Dieng

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Batang sedang memasang rambu-rambu lalu lintas jalur menuju kawasan objek wiasata di Kecamatan Bawang. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan mengkaji rencana pembukaan trayek bus wisata jalur Batang-Bawang menuju Dieng, Kabupaten Banjarnegara, sebagai upaya mendukung program "Tahun Kunjungan Wisata Visit to Batang 2020".

"Kami akan menjajaki kerja sama dengan Perum Damri maupun pengusaha bus terkait rencana untuk membuka trayek Batang menuju Dieng," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono di Batang, Rabu.

Menurut dia, pertimbangan membuka trayek ini di antaranya adalah jalan dari Kecamatan Bawang menuju lereng Pegunungan Dieng kini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari Batang, Pekalongan, Banjarnegera, dan Wonosobo.

Baca juga: Batu Angkruk, sisi lain keindahan Dataran Tinggi Dieng

Menyusuri jalan beton sepanjang 8,9 kilometer dengan lebar lima meter itu, kata dia, mengantarkan para pengunjung dapat menikmati indahnya panorama alam di Dusun Sigemplong, Kecamatan Bawang.

"Melalui jalan itu, wisatawan dapat menikmati hawa sejuk dan melihat pemandangan alam yang indah yang berada di bawah jalan yang dilalui," katanya.

Murdiono mengatakan setiap hari, ratusan pengendara motor datang ke sejumlah objek wisata alam, hasil pertanian, dan wisata budaya di wilayah Kecamatan Bawang.

Baca juga: Ganjar usul wisatawan Dieng gunakan pemandu saat dibuka kembali

Namun, kata dia, penunjang sarana transportasi untuk menuju ke objek wisata di Bawang hingga Dieng belum tersedia.

"Oleh karena, kami akan berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Damri untuk membuka trayek wisata melewati Bawang- Dieng. Dengan demikian, bisa mengangkut wisatawan yang akan menikmati indahnya "negeri di Atas Awan Sigemplong, Pranten-Bawang," katanya.

Ia mengatakan saat ini, jalur menuju kawasan objek wisata Dieng terus dibehani, termasuk memasang rambu-rambu lalu lintas bagi pengendara karena kondisi jalan berliku, menanjak, dan turun.

"Kami masih mengkaji dan melakukan rekayasa lalu lintas karena selain harus dibutuhkan lempengan baja pada titik-titik turunan yang berada di kanan dan kiri jurang," katanya.
 
Pewarta : Kutnadi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020