Bamsoet bersama Mensos serahkan bantuan bagi para veteran

Bamsoet bersama Mensos serahkan bantuan bagi para veteran

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan 1.500 paket sembako Bantuan Presiden (Banpres) kepada para keluarga veteran dan warakawuri pejuang Operasi Seroja Timor Timur, di Kompleks Seroja, Bekasi Utara, Selasa (16/6/2020). (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo bersama Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyerahkan 1.500 paket sembako Bantuan Presiden (Banpres) kepada para keluarga veteran dan warakawuri pejuang Operasi Seroja Timor Timur, di Kompleks Seroja, Bekasi Utara, Selasa.

"Para pejuang termasuk eks Operasi Seroja adalah pembela kedaulatan Indonesia karena berkat pengorbanan mereka, Indonesia hingga kini tetap tegak berdiri. Karena tidak sedikit dari para pejuang yang ikhlas mengorbankan harta dan nyawa maupun sebagian tubuhnya, demi menjaga kehormatan Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, usai menyerahkan 1.500 paket sembako dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara simbolis kepada keluarga pejuang Operasi Seroja, di Bekasi, Selasa.
Baca juga: Bamsoet: kedepankan pendekatan persuasif kasus dugaan makar di Papua

Bamsoet menilai pelibatan organisasi kemasyarakatan (ormas), seperti FKPPI dalam penyaluran bantuan sosial sangat penting dilakukan, karena selain sebagai salah satu wujud partisipasi rakyat, juga untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi.

Menurut dia, kegiatan ormas yang sehari-hari sangat dekat dengan kehidupan rakyat, akan mempermudah proses penyaluran bantuan, sehingga bisa tepat guna dan tepat sasaran.

"Melalui stimulus fiskal keempat, Pemerintah telah mengalokasikan Rp677,2 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional yaitu Rp203,9 triliun di antaranya digunakan untuk perlindungan sosial. Kreativitas Kementerian Sosial meluncurkan bantuan sosial non-reguler berupa Bantuan Presiden (Banpres) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) patut diapresiasi," ujarnya pula.

Bamsoet menjelaskan, Banpres dan BST melengkapi program bantuan sosial reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sehingga bisa memperluas cakupan kelompok masyarakat yang menerima perlindungan sosial dari negara.

Dia menilai, semakin banyak warga yang menerima bantuan sosial, akan semakin meminimalisir timbulnya krisis ekonomi sebagai lanjutan dari krisis kesehatan yang telah melanda Indonesia dan banyak negara dunia lainnya akibat pandemi COVID-19.

"Ketiadaan krisis ekonomi juga bisa menekan terjadinya krisis sosial dan krisis politik, sehingga pandemi COVID-19 tidak sampai membuat kondisi bangsa penuh gonjang-ganjing," katanya lagi.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan berbeda dengan kalangan menengah atas yang mempunyai pendapatan tetap per bulan, sehingga bisa tetap nyaman menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kalangan menengah bawah yang mengandalkan pendapatan harian dari pekerjaan sektor informal, sangat terpukul pendapatannya akibat PSBB.
Baca juga: Bamsoet ajak generasi muda Indonesia serap nilai-nilai Pancasila

Karena itu, menurut dia, negara harus hadir melindungi mereka dengan berbagai program bantuan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan berdampak pada cepatnya proses pemulihan ekonomi nasional.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo menyematkan jaket FKPPI kepada Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai pertanda bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar FKPPI.

Usai penyerahan 1.500 paket sembako Banpres secara simbolis, Ketua MPR RI Bamsoet dan Menteri Sosial Juliari Batubara juga mengunjungi rumah para keluarga veteran dan warakawuri pejuang Operasi Seroja.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri Menteri Sosial Juliari Batubara, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua Umum KB FKPPI Pontjo Sutowo, turut hadir Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Ketua Forum Komunikasi Pejuang Korban Perang Operasi Seroja Timor Timur Roni Muaya.

Selain itu, juga dihadiri Aster Kasad Mayjen Bakti Agus Fadjari, Aspotmar Kasal Mayjen (Mar) Yuniar Ludfi, Aspotdirga Kasau Marsda Suparmono, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Risyapudin, Ketua FKPPI yang juga menjabat Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto.
Baca juga: Pimpinan MPR-Menhan bahas PPHN dan RUU HIP
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020