Pemprov NTT gandeng TNI AU menangani kepulangan pekerja migran

Pemprov NTT gandeng TNI AU menangani kepulangan pekerja migran

Dokumentasi pekerja migran yang dipulangkan ke Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA/Jessica Wuysang)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng TNI Angkatan Udara (AU) untuk menangani kepulangan para pekerja migran melalui pintu masuk Bandara El Tari di Kota Kupang, ibu kota provinsi setempat.

"Pihak TNI-AU akan menggunakan fasilitas Terminal B di Bandara El Tari untuk dilakukan pemeriksaan semua pekerja migran yang masuk lewat Kota Kupang," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT Sylvia Peku Djawang, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, setiap pekerja migran yang masuk ke NTT melalui Kota Kupang akan turun di terminal milik TNI AU di Bandara El Tari, dan selanjutnya ditangani Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi ini.

Para pekerja migran kembali diperiksa menlalui rapid test sebagai upaya deteksi dini parapan Virus Corona jenis baru (COVID-19), katanya pula.

"Kalau hasilnya negatif, maka kami sudah koordinasikan dengan gugus tugas kabupaten di daratan Pulau Timor bisa langsung menjemput warganya untuk dipulangkan," katanya lagi.
Baca juga: Pemkab Kupang siapkan lokasi karantina pekerja migran Indonesia

Ia menjelaskan, jika hasil rapid test reaktif, maka akan dirawat dahulu di sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Kupang sesuai dengan kriteria kondisi orang yang bersangkutan.

"Untuk yang berstatus pasien dalam pengawasn (PDP) ringan dirawat di RS Undana, PDP sedang di RSJ Naimata, dan yang positif akan dirawat di RS Johannes dan RS SK Lerik," katanya.

Sylvia Peku Djawang mengatakan, upaya menggandeng TNI-AU ini merupakan bagian dari skenario yang dilakukan pemerintah provinsi untuk menangani pekerja migran yang akan dipulangkan.

Dia menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan gugus tugas di kabupaten untuk penanganan kepulangan pekerja migran melalui pintu masuk lainnya, seperti Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat di Pulau Sumba.

Selain itu, pintu masuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat untuk wilayah Pulau Flores bagian barat dan Maumere, Kabupaten Sikka untuk wilayah Pulau Flores bagian timur.
Baca juga: Negara wajib selamatkan pekerja migran dari COVID-19, sebut Padma

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020