Penerima zakat BMI Taiwan meningkat di tengah pandemi

Penerima zakat BMI Taiwan meningkat di tengah pandemi

Salah satu muzaki di Jawa Timur yang menerima zakat dari para pekerja migran asal Indonesia di Taiwan menjelang Idul Fitri 2020. ANTARA/HO-Lazisnu Taiwan

Jakarta (ANTARA) - Jumlah penerima zakat dari buruh migran Indonesia (BMI) di Taiwan pada Idul Fitri tahun ini naik sekitar 23,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Demikian pula dengan zakat yang dihimpun oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Cabang Istimewa Taiwan selama bulan Ramadhan, tahun ini juga meningkat sebesar 36,1 persen dibandingkan 2019.

"Nilai yang tidak pernah diduga karena keterbatasan kami di masa pandemi ini," kata Ketua Lazisnu Taiwan Nur Kholiq, Rabu.

Ia menyebutkan pada tahun ini penerima zakat atau muzaki di Indonesia dari para BMI di Taiwan sebanyak 2.671 orang atau naik 23,9 persen.

Zakat, infak, dan fidiah yang dihimpun Lazisnu Taiwan dari para BMI mencapai Rp278,9 juta atau naik 36,1 persen.

"Kenaikan nominal ini karena pengaruh kurs. Lebaran tahun lalu 1 NTD sama dengan Rp450, sekarang sudah Rp490," ujarnya.

Menurut dia, zakat tersebut telah disalurkan kepada para muzaki di berbagai wilayah Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Jambi, sejak H-7 hingga H-1 Lebaran.

Kholiq tidak menduga bahwa walaupun ada kendala selama pandemi, yaitu ketika para buruh migran tersebut tidak bisa keluar rumah, antusiasme pembayar zakat sangat tinggi. Para pembayar zakat  tinggal tersebar di berbagai kota di Taiwan, seperti Taipei, Taoyuan, Changhwa, Taichung, Kaohsiung, Pingtung, Penghu, Keelung, Daxi, dan Yilan.

"Jumlah petugas pengumpulan zakat kami tetap, antara 200-300 orang. Namun mereka harus bekerja keras karena banyak tempat-tempat yang harus didatangi untuk jemput bola," ujarnya.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah pembayaran zakat tersebut dipicu oleh banyaknya para pekerja migran Indonesia di sektor informal, yang di dalamnya kaum perempuan mendapatkan upah lembur karena tidak bisa libur selama masa pandemi.

Selain itu, lanjut dia, adanya imbauan untuk  tidak keluar rumah membuat kalangan perempuan pekerja migran Indonesia lebih menghemat pengeluaran bulanan.

Nur Kholiq mengaku ia sebelumnya sempat pesimistis bahwa zakat yang dikumpulkan tahun ini totalnya akan berkurang dibandingkan tahun lalu karena situasi pandemi.

"Ternyata kekhawatiran kami tidak terbukti, Allah mengabulkan doa kami. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu yang membayar zakat dan panitia yang mengumpulkan dan menyalurkannya," ucap Kholiq.

Di Taiwan, terdapat sekitar 290.000 BMI dengan perincian 60 persen pekerja perempuan sektor informal, dan sisanya sektor formal yang didominasi kaum laki-laki.

Baca juga: Hikmah di belakang mimbar Idul Fitri Taman Stasiun Taipei

Baca juga: PCINU-GWO Taiwan gelar shalat Id, WNI membeludak terkendali

Baca juga: Taiwan sumbangkan masker medis untuk Indonesia


 

MUI keluarkan fatwa pemanfaatan Zakat-Sedekah untuk pandemi corona


 
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020