Warga Azalea Depok siasati silaturahim lebaran dengan drive thru

Warga Azalea Depok siasati silaturahim lebaran dengan drive thru

Halal bi Halal "Drive Thru" yang dilakukan warga Perumahan Azalea Grand Depok City (GDC), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jabar agar bisa tetap bersilaturahmi saat perayaan Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi COVID-19. (Antara/Dok/ HerryPram)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Warga yang tinggal di Kluster Azalea, Depok, Jawa Barat, menggunakan cara unik agar bisa bersilaturahim (halal bi halal) pada hari raya Idul Fitri 1441 H dan tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 yakni dengan cara drive thru.

"Cara ini dilakukan dimana warga yang memiliki mobil berkeliling kampung dan sebagian lagi menyambut di rumahnya masing-masing, sehingga jarak fisik terjaga dan silaturahim untuk merayakan lebaran tetap bisa dilaksanakan," kata Ketua RT 01 Perumahan Azalea Grand Depok City (GDC), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong Exkuwin Suharyanto di Depok, Selasa.

Menurutnya, ide halal bi hala drive thru ini terinspirasi dari salah seorang warga yang menyapa dari dalam mobil kepada warga yang sedang beraktivitas di sekitar rumahnya. Maka dari itu, pengurus kluster ini langsung melakukan rapat terbatas melalui video call dan tercetuslah agar ide itu dilaksanakan.

Cara seperti ini ternyata efektif di tengah pandemi COVID-19, meskipun ada jarak dan tidak bisa bercengkrama lebih lama untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, namun silaturahmi terjaga agar bisa saling mengetahui kondisi warga satu dengan yang lainnya.

Agar perayaan Idul Fitri semarak dan berbahagia, dengan mengedapankan anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran COVID-19, sebagian warga juga membagikan uang dan makanan ringan kepada anak-anak yang sedang bermain di sekitar rumahnya.

Baca juga: PMI dan BNPB perkuat kerja sama percepatan penanggulangan COVID-19

"Lebaran pada tahun ini sangat berbeda, biasanya kami berkumpul dengan sanak keluarga yang datang dari berbagai daerah dan tetangga tapi sekarang tidak bisa, karena kita semua harus patuh terhadap imbauan pemerintah demi memutus mata rantai virus ini," tambahnya.

Exkuwin mengatakan di masa pandemi ini bukan berarti silaturahmi terhalang, tetapi sekarang alat komunikasi sudah canggih, sehingga tidak perlu mudik hanya cukup bertatap muka melalui aplikasi video call dan aplikasi lainnya.

Warga yang tinggal di daerah ini selalu saling mengingatkan untuk melakukan pencegahan dan bergotong royong serta saling membantu jika ada warga yang kesusahan akibat dampak dari COVID-19.

Baca juga: PMI kirim logistik bantuan untuk Timor Leste upaya penanganan COVID-19

Sementara, Kepala Pelaksana COVID-19 Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Arifin M Hadi mengatakan agar bisa cepat keluar dari masa pandemi ini kuncinya ada di masyarakat yakni harus disiplin dan mentaati aturan maupun anjuran dari pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, warga sudah harus terbiasa mencuci tangan yang baik dan benar atau membasuhnya menggunakan hand sanitizer, memakai masker saat keluar rumah, tidak berkerumun dan lainnya.

Sebagai lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia, pihaknya juga berperan aktif membantu pemerintah dalam melakukan berbagai pencegahan dan penanggulangan, seperti penyemprotan hingga menyalurkan bantuan baik perlengkapan hidup bersih dan sehat maupun kebutuhan pokok.

Baca juga: Jusuf Kalla: Indonesia harus bersatu melawan COVID-19
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020