PLN NTT bentuk 74 posko perkuat layanan kelistrikan selama pandemi

PLN NTT bentuk 74 posko perkuat layanan kelistrikan selama pandemi

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko (kanan) saat memberikan bingkisan kepada para petugas lapangan yang bersiaga di posko unit pembangkit. (ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT)

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk sebanyak 74 pos koordinasi (posko) untuk memperkuat layanan kelistrikan di provinsi kepulauan itu selama masa pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

“Puluhan posko yang kami bentuk ini menyebar di unit-unit PLN seperti pembangkit, transmisi, pengatur beban, distribusi, call centre, dan pelayanan teknik,” kata General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT, Ignatius Rendroyoko, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Posko tersebut, lanjut dia, juga disiagakan untuk memperkuat layanan kelistrikan selama masa Hari Raya Idul Fitri.

Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 menyatakan bahwa perusahaan pelayanan publik penyedia listrik tetap dapat beroperasi di tengah pandemi COVID-19.

“Karena itu selama masa siaga pandemi ini kami bentuk 74 posko yang menyebar di unit-unit PLN sehingga pasokan listrik untuk masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Ignatius Rendroyoko mengatakan, para petugas di setiap posko juga bekerja dengan tetap mematuhi protokol pencegahan dan penanganan COVID-19 seperti menggunakan alat pelindung diri, memakai masker, dan hand sanitizer.

“Kami juga memberikan asupan vitamin dan menyediakan ruang pemeriksaan kesehatan khusus beserta tenaga medis dan peralatan pendukung untuk memonitor kondisi kesehatan pegawai yang harus bekerja menjaga pasokan listrik,” katanya.

Lebih lanjut, Ignatius Rendroyoko mengatakan kondisi pandemi COVID-19 ini memang menjadi tatangan tersendiri bagi PLN, namun demikian pembangunan kelistrikan tetap harus berjalan.

Pihaknya mencatat, hingga Februari 2020, kondisi rasio desa berlistrik di NTT sudah mencapai 92,13 persen, sedang rasio elektrifikasi tercatat mencapai 86,65 persen.

“Karena itu pembangunan listrik harus terus berjalan meskipun di tengah pandemi ini yang membuat petugas di lapangan juga ekstra waspada dan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan kerja,” katanya.

Baca juga: Kado Lebaran, PLN sambung listrik 7 desa terpencil di Riau

Baca juga: Ribuan petugas PLN disiagakan, antisipasi gangguan listrik

Baca juga: Dukung pos perbatasan dengan Timor Leste, PLN pasok listrik 2 desa NTT

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020