Sebelum terbalik, KM Selgwadan Nelaka indah evakuasi empat penumpang

Sebelum terbalik, KM Selgwadan Nelaka indah evakuasi empat penumpang

Penumpang kapal jaring ikan KM Selgwadan Nelaka Indah yang mengalami musibah terbalik di perairan laut Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Minggu (24/5/2020). Pada Kamis, (21/5/2020) kapal itu sebelumnya sempat mengevakuasi empat orang penumpang dari kapal lain yang mengalami kerusakan mesin di perairan Desa Ngaibor. (FOTO ANTARA/Daniel Leonard)

Ambon (ANTARA) - Kapal jaring ikan KM Selgwadan Nelaka Indah yang mengalami musibah terbalik di perairan laut Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku pada Kamis (21/5) 2020 sebelumnya mengevakuasi empat orang penumpang dari kapal lain yang mengalami kerusakan mesin di Perairan Desa Ngaibor.

"Awalnya kapal naas ini berpenumpang 15 orang ketika bertolak dari Pelabuhan Dobo pukul 18:15 WIT tujuan Batu Goyang untuk merayakan Lebaran (Idul Fitri) 1441 Hijriah di sana," kata Komandan Pos Polairud Dobo, Iptu Edwin Terloit yang dihubungi dari Ambon, Minggu.

Ia menjelaskan identitas 15 penumpang tersebut antara lain Arafik Lahopa (nahkoda) dan juga pemilik kapal.

Kemudian, lainnya adalah penumpang yakni Suwindo, Hapsa, Lamani, Ahmad, Base, Asrul, Jamalia, Said, Sapinang, dan Tegar yang semuanya bermarga Kamarmir, Muhammad Yusuf Opem, Risky Aditya, Nurkiki Sogalrey, dan Icha.

Setibanya di Perairan Desa Ngeibor pada pukul 15:30 WIT, KM Selgwadan Nelaka Indah berpapasan dengan KM Simalalengar dengan nahkoda Dony Solgarey, namun kapal nelayan ini sementara mengalami kerusakan mesin.

"Sehingga empat penumpang dari KM Simalalengar yang terdiri atas tiga pria dan seorang wanita dipindahkan ke atas kapal jaring ikan berukuran 5 GT tersebut antara lain Naima Solgarey, Maharani Solgarey, Hasan Opem, dan Joharia Opem," katanya.

Pada pukul 15:30 WIT, Arafik melanjutkan perjalanan menuju Batu Goyang dan sekitar pukul 20:00 WIT di tengah perjalanan turun hujan dan menyebabkan kabut serta timbulnya gelombang tinggi.

Buruknya cuaca di laut membuat pandangan terbatas dan dari arah lambung kanan kapal dihantam gelombang sebanyak dua kali sehingga kapal tersebut akhirnya terbalik pada posisi 6'.51.186 S - 134'.07.853 E.

"Arafik selaku nahkoda mengaku kehilangan kontak dengan penumpang yang lain karena keadaan cuaca yang buruk," kata Edwin.

Setelah kehilangan kontak dengan penumpang lainnya, kemudian korban terdampar di belakang Kampung Dosimar dan setelah sampai di darat, Arafik langsung meminta bantuan masyarakat setempat.

Warga Dosimar yang mendengar keterangan Arafik langsung menyelamatkannya dan diteruskan dengan mencari belasan penumpang yang lain.

Selain nahkoda, penumpang yang ditemukan selamat adalah Suwindo, Hapsa Kamarmir, Lamani Kamarmrir, Ahmad Kamarmir, Hasan Opem, Maharani Solgarey, Jamalia Kamarmir, Muhamad Yusuf Opem, serta Said Kamarmir.

Identitas korban meninggal dunia dan telah dimakamkan di Batu Goyang adalah Joharia Opem, Naima Solgarey, Base Kamarmir, Sapinang Kamarmir berjenis kelamin perempuan, serta dua pria lainnya atas nama Tegar dan Asrul Kamarmir.

Untuk tiga korban yang belum diketahui nasibnya dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan adalah Risky Aditya berusia 1,8 tahun, Icha (2 tahun), serta Nur Kiki Solgarey (16), demikian Edwin Terloit.

Baca juga: 30 korban kapal tenggelam tiba di Pelabuhan Dobo

Baca juga: DPRD Aru ingin kapal tol laut tambah frekuensi

Baca juga: Peristiwa Laut Aru warisi keteladanan patriotisme

Baca juga: Kapal Ikan Asal Cina Ditangkap di Laut Aru
Pewarta : Daniel Leonard
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020