Kecamatan Tebet lakukan penjagaan cegah penumpukan warga

Kecamatan Tebet lakukan penjagaan cegah penumpukan warga

Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Jakarta (ANTARA) - Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan melakukan penjagaan di kawasan Tebet Utara mencegah terulangnya penumpukan warga yang berburu perlengkapan lebaran pada Jumat malam.

"Hari ini kita melakukan penjagaan sekaligus menerapkan PSBB dan memastikan tempat usaha mematuhi protokol pencegahan COVID-19," kata Camat Tebet Dyan Airlangga.

Dyan mengatakan, keramaian yang terjadi Kamis (21/5) malam di wilayah Tebet Utara karena warga yang ingin berbelanja untuk keperluan lebaran.

Warga memadati kawasan Tebet Utara untuk berbelanja, sebagian besar toko yang buka di bidang tekstil serta distro, selain itu banyak komunitas anak muda yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

"Yang pasti kami melakukan 'social distancing'. Jadi warga yang berkumpul banyak akan kami bubarkan kemudian kalau memang tidak pakai masker dan dia warga Jakarta dan sudah mendapatkan masker akan kami lakukan penindakan," kata Dyan.

Dyan mengatakan, sanksi diberikan oleh Satpol PP selaku penegak perda berupa denda maupun sanksi sosial bagi warga yang kedapatan tidak mematuhi aturan PSBB.

Baca juga: Penjualan kontainer plastik di Jaksel 'booming' sejak pandemi COVID-19

Baca juga: Sandiaga salurkan bantuan sembako untuk pengrajin tempe di Tebet

Baca juga: Polsek Tebet amankan wanita berbelanja dengan uang palsu


Petugas di lapangan memastikan tempat usaha yang melakukan aktivitas malam ini seperti rumah makan tidak melayani makan di tempat, hanya melayani bawa pulang, sedangkan untuk tempat usaha lain yang masuk ke dalam Pergub PSBB harus menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

"Kami dari kecamatan sifatnya mengoordinasikan semua stakeholder, memastikan PSBB ini berjalan baik. Artinya warga bisa disiplin, bisa peduli karena Jakarta sudah dalam tren yang cukup baik," kata Dyan.

Dyan berharap ketidakdisiplinan warga membuat kondisi Jakarta kembali seperti awal kasus COVID-19 muncul di bulan Maret.

"Harapan kami, seperti yang disampaikan gubernur, ini adalah PSBB terakhir dan ini bisa terjadi kalau warga disiplin," kata Dyan.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020