239 warga terindikasi terpapar corona tempati Asrama Haji Surabaya

239 warga terindikasi terpapar corona tempati Asrama Haji Surabaya

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja berjaga di pintu masuk Hotel Asrama Haji Surabaya, yang difungsikan sebagai fasilitas karantina bagi warga yang terindikasi terpapar virus corona. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 239 warga Kota Surabaya yang dinyatakan terindikasi terpapar virus corona penyebab COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat mulai menempati Asrama Haji Surabaya.

"Sesuai rencana yang masuk ke Hotel Asrama Haji sebanyak 239 orang. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Minggu.

Menurut Irvan, Hotel Asrama Haji Surabaya mampu menampung 375 orang dan setiap kamarnya sudah dilengkapi perlengkapan mandi, masker, dan cairan pembersih tangan.

"Kita juga persiapkan kamar untuk satu keluarga. Maksimal satu keluarga itu lima orang dalam satu kamar," katanya.

Asrama Haji Surabaya, menurut dia, juga memiliki ruang perawatan medis dan peralatan pendukungnya serta area bermain untuk anak-anak. Dokter dan perawat disiagakan di fasilitas yang difungsikan sebagai tempat karantina tersebut.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya Sugianto sebelumnya mengatakan ada dua gedung dengan masing-masing 24 kamar yang disiapkan sebagai fasilitas karantina bagi warga Kota Surabaya yang dinyatakan terindikasi terserang COVID-19.

Ia mengatakan warga yang menjalani karantina di fasilitas tersebut kondisinya akan dipantau dan mereka tidak diperbolehkan meninggalkan asrama sebelum menyelesaikan masa karantina.

"Jadi mereka tidak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya. Selain itu mereka juga akan mendapat suplai makan tiga kali sehari," ujarnya.

Baca juga:
Warga Surabaya yang pulang dari luar negeri diisolasi di hotel
Dua rumah sakit swasta di Surabaya siapkan ruang isolasi baru
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020