Musim tanam kedua, Pupuk Indonesia percepat distribusi ke gudang-kios

Musim tanam kedua, Pupuk Indonesia percepat distribusi ke gudang-kios

Pekerja menata pupuk urea di gudang distributor pupuk Indonesia di Lopang, Serang, Banten, Jumat (8/5/2020). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.

Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero), BUMN produsen pupuk dalam negeri, berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi guna mengantisipasi tingginya kebutuhan para petani, terutama memasuki musim tanam kedua.

Langkah tersebut dilaksanakan dalam mendukung instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan musim tanam, dalam mengantisipasi kekeringan dan terjadinya kekurangan pasokan pangan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh produsen pupuk untuk mempercepat distribusi pupuk ke gudang-gudang kabupaten dan distributor.

"Tujuannya agar pada saat dibutuhkan, pupuk sudah berada dekat dengan petani," kata Aas di Jakarta, Rabu.

Upaya ini sudah dilakukan Perseroan sejak Februari lalu untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya jalur distribusi akibat pandemi COVID-19, serta diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Saat ini stok pupuk bersubsidi juga telah tersedia hingga di setiap gudang yang berlokasi di tingkat Kabupaten (lini III) dan di tingkat kios pupuk resmi (lini IV).

Total volume yang tersedia mencapai 972.996 ton, terdiri dari 571.560 ton Urea, 169.960 ton NPK, 72.693 ton SP-36, 112.999 ZA dan 45.784 ton organik.

Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut sekitar tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum yang sebesar 285.094 ton, sehingga cukup untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

"Kami menjaga jumlah stok untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan melakukan percepatan masa tanam sebagai antisipasi dampak dari pandemi," kata Aas.

Selain pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup juga menyediakan pupuk non subsidi di setiap kios-kios resmi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani.

Ketersediaan pupuk non subsidi atau komersil di 34 Provinsi tercatat sebanyak 205.377 ton, yang terdiri atas 129.825 ton Urea, 74.615 ton NPK, 279 ton SP-36, dan 658 ton ZA. Jumlah stok tersebut bisa bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Aas menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada tambahan agar pengiriman pupuk baik pupuk bersubsidi maupun komersil dapat berjalan lancar sampai ke kios resmi.

"Armada darat kami juga dilengkapi tanda bertuliskan dispensasi khusus angkutan barang penting, untuk memastikan semua aparat dapat membantu kelancaran pengiriman pupuk ke seluruh Indonesia," kata dia.

Untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah pandemi dan kebijakan PSBB, Pupuk Indonesia Grup telah melengkapi seluruh armadanya dengan salinan surat keterangan atau Surat Ijin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (SIINAS) yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian bagi seluruh produsen pupuk.

Baca juga: Jaga ketahanan pangan, Kementerian dukung BUMN pupuk genjot produksi
Baca juga: Pupuk Indonesia catat rekor produksi tertinggi 11,8 juta ton

 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020