Masyarakat Kalsel harap Irjen Polisi Nico Afinta beri pengayoman

Masyarakat Kalsel harap Irjen Polisi Nico Afinta beri pengayoman

Kepala Polda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta, saat serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/5/2020). ANTARA/HO-Divisi Humas Mabes Kepolisian Indonesia

Banjarmasin (ANTARA) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, menaruh asa tinggi kepada pejabat baru Kepala Polda Kalimantan Selatan, Nico Afinta, agar lebih mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat di tanah suku Dayak itu.

Atas nama pimpinan wakil rakyat Kalimantan Selatan, Supian, di Banjarmasin, Sabtu, meminta Afinta membuka diri dan mengajak dia untuk berdiskusi bersama DPRD membicarakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Supian, pucuk pimpinan baru Polda Kalimantan Selatan yang baru itu harus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sering melanda Kota Seribu Sungai itu.

Supian optimistis dia segera beradaptasi dan bersinergi dengan forum komunikasi daerah termasuk tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Ia juga menitipkan pesan agar Afinta mau keluar-masuk kampung-kampung menemui masyarakat saat acara resmi maupun informal untuk menyelesaikan masalah, seperti dilakukan pejabat lama yang dia gantikan, Inspektur Jenderal Polisi Yazid Fanani.

Melalui Surat Telegram Nomor ST/1377/V/KEP./2020 dan ST/1378/V/KEP./2020, tertanggal 1 Mei 2020 yang ditandatangani Wakil Kepala Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Gatot Pramono, atas nama kepala Kepolisian Indonesia, Afinta ditunjuk menjadi kepala Polda Kalimantan Selatan menggantikan Fanani.

Afinta pernah tergabung dalam Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang mengungkap penyelundupan 1.000 kg shabu-shabu dari China, di dermaga bekas bangunan Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, pada Juli 2017 silam. Tim itu menangkap empat warga negara Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Liresta. 

Atas prestasi itu Afinta diganjar KPLB dari Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, yang juga "lahir-besar" di lingkungan reserse.

Ia juga ikut menangkap aktivis Ratna Sarumpaet karena membohongi publik karena mengaku menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat. Kebohongan Sarumpaet akhirnya terungkap. Prestasi lainnya, Afinta membantu mengungkap kasus pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, yang sempat mengendap beberapa tahun.

Menanggapi harapan masyarakat Kalimantan Selatan itu, Afinta menyatakan, "Optimalkan pengamanan terhadap implementasi kebijakan pemerintah di Kalsel agar dapat berjalan lancar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

Ia meminta seluruh jajaran Polda Kalimantan Selatan senantiasa melakukan berbagai hal, di antaranya meningkatkan pelaksanaan Program Prioritas Kapolri dari yang telah dicapai sebelumnya, siap siaga dalam penanganan pandemi Covid-19, menguatkan kerja sama dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat setempat.

Juga bertindak lebih tegas kepada pelaku kejahatan lingkungan hidup dan tambang liar, hingga lebih waspada dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan-lahan. 

"Teruslah perkuat soliditas, kekompakan internal dan loyalitas untuk meningkatkan citra positif Polda Kalimantan Selatan," kata dia. 
Pewarta : Gunawan Wibisono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020