Kemarin, Didi Kempot meninggal lalu ratusan ribu akun Zoom dijual

Kemarin, Didi Kempot meninggal lalu ratusan ribu akun Zoom dijual

Didi Kempot meninggal dunia

Jakarta (ANTARA) - Dari dunia hiburan, Didi Kempot diduga terkena serangan jantung sebelum meninggal lalu dari dunia tekno, sebanyak 500.000 akun Zoom dijual di pasar gelap.

Berikut berita menarik selengkapnya di kanal Hiburan, Lifestyle, Otomotif dan Tekno Antara pada Selasa (5/5):

1. Didi Kempot meninggal diduga karena serangan jantung

Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia diduga akibat serangan jantung pada Selasa pagi.

Namun pihak Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, tempat Didi Kempot menghembuskan nafas terakhir belum dapat menginformasikan penyebab meninggalnya pelantun "Cidro" itu.

2. Kenali dan waspadai gejala kelelahan akut

Rasa lelah kadang dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian orang. Padahal kelelahan akut tidak hanya akan mengganggu metabolisme tubuh, namun juga mengakibatkan gangguan organ dalam tubuh, seperti jantung.

Sejumlah pesohor seperti Didi Kempot dan Ashraf Sinclair bahkan meninggal dunia akibat mengalami gagal jantung, yang diduga karena kelelahan akut.

3. GIIAS 2020 tetap digelar di ICE-BSD dan Surabaya

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berencana tetap menjalankan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020, namun memangkasnya dari empat gelaran menjadi dua pameran saja.

Gaikindo akan mengkonsentrasikan penyelenggaraan pada dua pameran yakni GIIAS Surabaya 2020 dan The 28th GIIAS ICE-BSD City, Tangerang.

4. 500.000 akun Zoom dijual di situs gelap

Seorang peretas yang berbahasa Rusia telah menjual lebih dari setengah juta akun Zoom kepada pakar keamanan siber di dark web (situs gelap), menurut The Times, seperti dikutip laman Gizchina.

Data yang diunggah oleh para peretas tersebut antara lain berupa alamat email, login dan kata sandi, tautan obrolan dan juga pin untuk menggelar konferensi video.

5. Apple dan Google matikan lokasi untuk aplikasi lacak corona

Apple Inc dan Alphabet Inc, perusahaan induk Google, akan mematikan pelacak lokasi pada aplikasi untuk menelusuri virus corona yang sedang mereka kembangkan.

Apple dan Google sepakat untuk bekerja sama membuat sistem untuk memberi tahu orang bahwa mereka berdekatan dengan orang lain yang positif COVID-19 untuk mengurangi penyebaran virus corona.
 
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020