Startup fintech IDN jaring segmen institusi pendidikan

Startup fintech IDN jaring segmen institusi pendidikan

Ilustrasi - Startup fintech IDN jaring segmen institusi pendidikan. ANTARA/Ardika/am.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan (startup) fintech InfraDigital Nusantara (IDN) menjaring segmen pasar institusi pendidikan dengan membuka layanan pembayaran pendaftaran sekolah yang juga bertujuan memudahkan proses penerimaan siswa/mahasiswa baru dalam masa darurat COVID-19.

“Dengan PPDB dan PMB secara daring, proses pendaftaran siswa atau mahasiswa yang semula bisa memakan waktu 1-2 hari karena proses dokumentasi yang panjang, bisa dipersingkat jadi 15 menit saja,” kata COO InfraDigital Nusantara Indah Maryani, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Indah mengatakan pihaknya membuka layanan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) secara daring tanpa dipungut biaya untuk semua lembaga pendidikan baik yang telah bergabung dengan jaringan IDN maupun yang belum selama masa wabah COVID-19.

Awalnya fintech yang dirintis sejak 2018 itu hanya menawarkan layanan tersebut kepada 350 lembaga pendidikan yang telah bergabung dan menerapkan pembayaran online melalui Jaringan IDN.

“Namun dalam perkembangannya animo Lembaga Pendidikan terhadap PPDB dan PMB online semakin besar, akhirnya kami buka juga untuk umum dan alhamdulillah ada puluhan sekolah lain yang baru bergabung karena butuh sistem PPDB secara daring ini apalagi di saat wabah seperti ini,” katanya.

Teknisnya, lembaga pendidikan melakukan validasi atas data siswa/mahasiswa melalui dokumen yang diunggah.

Selanjutnya siswa atau mahasiswa bisa melakukan pembayaran pendaftaran melalui chanel Jaringan IDN, misalnya Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Gojek, dan lain sebagainya.

Puluhan sekolah dan universitas tersebut menggunakan link khusus yang terintegrasi dengan websitenya, bahkan dapat melakukan pembayaran online di berbagai channel tersebut.

“Orang tua juga dapat melihat status pendaftaran dan tagihannya melalui aplikasi Jaringan IDN,” katanya.

CEO InfraDigital Nusantara Ian Mc Kenna berharap layanan ini dapat membantu sekolah-sekolah menerapkan PPDB secara daring dan ikut mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Salah satu sekolah yang telah menerapkan PPDB online melalui Jaringan IDN, yaitu SMK Manbaul Ulum Kabupaten Cirebon.

Dalam keterangannya Ketua Panitia PPDB SMK Manbaul Ulum, Dedi Manfaluthi, menyatakan sekolahnya terbantu dari sisi sistematika pendaftaran dan pendataan yang lebih rapi.

“Sekolah jadi lebih fleksibel di era digital ini dan tentunya ini sangat membantu orang tua dalam mengakses informasi PPDB dan layanan pembayaran online yang lebih variatif yang dapat dipilih oleh orang tua,” katanya.

Baca juga: Hati-hati, penawaran fintech lending ilegal marak di tengah wabah
Baca juga: Asosiasi fintech bentuk prakarsa bersama untuk bantu UMKM
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020