Menkes Spanyol ogah menjamin La Liga bisa lanjut sebelum musim panas

Menkes Spanyol ogah menjamin La Liga bisa lanjut sebelum musim panas

Ilustrasi - Pemain Barcelona Lionel Messi berebut bola dengan pemain Real Madrid Marcelo pada pertandingan Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Senin (2/3/2020) dini hari. ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/pras.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa enggan memberikan jaminan bahwa kompetisi sepak bola domestik akan dilanjutkan sebelum musim panas tiba.

Dalam sebuah rapat pemerintah terkait pandemi COVID-19 pada Minggu (waktu setempat), Illa membahas tentang prospek digulirkannya kembali La Liga.

Kompetisi sepak bola Spanyol telah ditangguhkan sejak awal Maret dan diharapkan bisa kembali dimulai pada Juni, tetapi Illa tidak menjamin dapat dilakukan sesuai jadwal.

Baca juga: Bola dan lapangan perlu disterilkan saat kompetisi dilanjutkan

"Saya tidak bisa menjamin apakah sepak bola akan bisa kembali bergulir sebelum musim panas. Sungguh tidak bijaksana bagi saya untuk menyebut tanggal pasti terkait ini," ungkap Illa yang dilansir Goal pada Senin (27/4).

Tim-tim La Liga telah diberi lampu hijau untuk kembali menggelar sesi latihan, yang paling cepat dilakukan pada awal Mei, asalkan mereka mematuhi protokol pemerintah Spanyol.

Keputusan itu dicapai dalam sebuah rapat akhir pekan lalu antara Dewan Olahraga Nasional Spanyol (CSD), Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan La Liga.

Meski begitu, belum ada tanggal pasti soal kapan La Liga akan dilanjutkan kembali.

Baca juga: Presiden La Liga optimistis klub Spanyol bisa kembali latihan awal Mei

Sejumlah laporan menyebut bahwa kompetisi bakal kembali dilanjutkan pada 6 Juni atau 13 Juni, tetapi harus dimainkan tanpa penonton.

Namun, pernyataan Illa mengindikasikan bahwa Spanyol tidak ingin terburu-buru untuk mengambil keputusan.

La Liga 2019/20 masih menyisakan 11 jornada lagi dan Barcelona memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin dari peringkat kedua Real Madrid.

Spanyol sendiri menjadi salah satu negara dengan jumlah korban meninggal yang tinggi dengan angkanya lebih dari 23.000 orang.

Baca juga: Asosiasi pesepak bola Spanyol ingin pesepak bola tidak diistimewakan

Baca juga: Klub-klub La Liga akan bermain tanpa penonton sampai 2021
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020