Belajar di rumah siswa di Jabar diperpanjang hingga 11 Mei

Belajar di rumah siswa di Jabar diperpanjang hingga 11 Mei

Peserta didik di Kota Jambi menunjukkan baha bacaan selama sistim belajar dari rumah dampak dari COVID-19 di lakukan. Tenaga pendidik di Kota Jambi menumbuhkan budaya baca peserta didik selama pandemi COVID-19. (Antara/HO/Tanoto Foundation)

Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperpanjang waktu pembelajaran dari rumah bagi para murid khususnya jenjang SMK/SMA/SLB, juga kerja dari rumah bagi seluruh kepala sekolah dan tenaga kependidikan, hingga 11 Mei 2020.

"Jadi perpanjangan yang kedua itu adalah sampai 27 April dan setelah itu kita perpanjang (kali ketiga), sekarang sampai 11 Mei 2020," ujar Kepala  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika saat melakukan konferensi pers daring bersama Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID- 19 Jabar Daud Achmad dari Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis.

Baca juga: DIY perpanjang masa belajar di rumah bagi siswa sampai 28 April

"Selanjutnya, tentu saja masih dimungkinkan akan berubah disesuaikan dengan situasi pandemik COVID-19. Kami (Dinas Pendidikan) juga mempertimbangkan hal-hal yang sedang berkembang," tambahnya.

Selain itu, Dewi berujar bahwa pihaknya tengah mempersiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020/ 2021.

Dirinya berharap sosialisasi PPDB itu bisa dimulai di awal Mei mendatang selama satu bulan dan penyelenggaraan penerimaannya akan dilaksanakan pada bulan Juni, namun tetap menunggu perkembangan dan arahan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Hal-hal untuk persiapan PPDB tentu kita selenggarakan dengan seoptimal mungkin," kata Dewi.

Baca juga: Kabupaten Bekasi perpanjang lagi masa siswa belajar di rumah

Dewi menuturkan, PPDB tingkat SMA/SMK/SLB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yakni tahun ajaran 2019-2020. Menurutnya, jalur masuk PPDB tahun ini ditetapkan di antaranya melalui zonasi sebesar 50 persen, 30 persen melalui jalur prestasi (akademik dan non akademik), lima persen lewat jalur perpindahan, serta 15 persen adalah bagi keluarga ekonomi tidak mampu.

"Kami juga akan (mempersiapkan) pendaftaran daring (online) untuk semua jalur," ujar Dewi.

Sementara itu Sekretaris sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad melaporkan, jumlah pasien sembuh di Jabar terus bertambah. Hingga Kamis (23/4/20) pukul 17:43 WIB, pasien sembuh berjumlah 79 orang.

Adapun pasien positif hingga sore ini tercatat sebanyak 762. Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat virus SARS-CoV-2 itu berjumlah 71 orang.

Baca juga: Fitur tanya-jawab, favorit siswa selama belajar "online"

"Untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dari total hari ini berjumlah 3.822, telah selesai 1.696, dan masih dalam pengawasan ada 2.126. Sedangkan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dari total 36.460 itu sudah selesai (dipantau) 25.999, sehingga masih dalam pemantauan berjumlah 10.461," kata Daud.

Terkait rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah lainnya di Jabar, Daud mengatakan, terdapat daerah yang sedang dalam proses pengkajian yakni wilayah Sukabumi dan Karawang.

Kepada warga di daerah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya yang menjalankan PSBB serta di wilayah lain selama pandemi COVID-19 ini belum berakhir.

Daud mengajak agar semua tetap patuh terhadap protokol kesehatan, di antaranya physical maupun sosial distancing, menjalankan pola hidup bersih sehat, cuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan tetap tinggal di rumah.

Baca juga: Depok perpanjang masa belajar di rumah bagi siswa
 
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020