Pemkab Badung siapkan hotel berbintang untuk rumah singgah PMI

Pemkab Badung siapkan hotel berbintang untuk rumah singgah PMI

Wabup Badung I Ketut Suiasa (kanan) meninjau hotel yang akan digunakan untuk karantina Pekerja Migran Indonesia asal Badung dari luar negeri selama pandemi COVID-19, Selasa (14/4). ANTARA/HO-Humas Badung  

Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyiapkan rumah singgah untuk lokasi karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa asal Kabupaten Badung yang pulang dari luar negeri.

"Ini dilakukan untuk menindaklanjuti langkah strategis kami dalam menangani COVID-19, dimana salah satunya adalah dengan menyiapkan rumah singgah," ujar Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, dalam keterangan Humas Badung yang diterima ANTARA di Mangupura, Rabu.

Pihaknya juga telah mengunjungi beberapa hotel bintang empat di wilayah Kuta, Badung, untuk dijadikan tempat karantina dalam pencegahan penyebaran COVID-19 atau virus Corona.

Baca juga: Pemkab OKU siapkan rumah singgah bagi warga pendatang
Baca juga: Ketum Hipmi pinjamkan hotel di Kalsel untuk karantina COVID-19


Dengan didampingi dan diawasi oleh petugas medis, Wabup Suiasa mengatakan bahwa Pemkab Badung juga telah menetapkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi pihak hotel sebagai lokasi karantina.

Pihaknya saat ini juga telah mengamankan beberapa fasilitas akomodasi untuk memastikan bahwa hotel tersebut siap ketika dibutuhkan.

"Sejauh ini yang telah siap ada satu hotel di wilayah Kuta dengan 64 kamar sebagai tempat karantina PMI asal Badung dan 25 kamar untuk petugas medis. Skemanya saat sampai bandara, PMI langsung diarahkan untuk diperiksa petugas medis secara komprehensif," katanya.

Baca juga: Pemprov Kepri siapkan hotel karantina pasien suspect Covid-19
Baca juga: Satgas COVID-19 Bali: Jangan bandingkan tempat karantina dengan hotel


Apabila dari hasil tes medis tersebut terdapat PMI yang terindikasi terjangkit COVID-19 maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan PMI yang hasil tesnya negatif, akan langsung diarahkan ke hotel tempat karantina.

Wabup Suiasa menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pengusaha hotel karena sudah ikut bersinergi untuk turut serta dalam memberikan perawatan yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami menghargai inisiatif pemilik hotel dan fasilitas akomodasi wisata yang ingin menyumbangkan unit hotel mereka untuk menerima kasus karantina. Kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan mereka untuk memastikan bahwa semua persyaratan dan standar yang diperlukan dipenuhi," kata Wabup Suiasa.

Ia menegaskan, Pemkab Badung akan selalu memastikan kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk Badung yang kembali dari luar negeri dengan menampung mereka di hotel dengan fasilitas yang baik dengan didampingi petugas medis selama menjalani masa karantina.

Wabup Suiasa juga mengapresiasi integrasi dan upaya bersama yang dilakukan seluruh lembaga untuk mengatasi krisis COVID-19, baik mereka yang berada di lingkungan Pemkab Badung maupun tim yang bekerja di lapangan.

"Kami bersama semua unsur akan selalu berupaya dalam mengingatkan kewaspadaan serta mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 sangat penting untuk dilakukan," ungkapnya.

Baca juga: Badung lakukan persembahyangan mohon dijauhkan dari COVID-19
Baca juga: Badung instruksikan penutupan sementara seluruh objek wisata
Baca juga: Pemkab siapkan "Badung Tourism Recovery" terkait COVID-19
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020