Partai NasDem: TNI AU harus mampu jaga pertahanan udara Indonesia

Partai NasDem: TNI AU harus mampu jaga pertahanan udara Indonesia

Dokumentasi - Sejumlah pilot pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 TNI AU berjalan di landasan usai mengikuti gladi persiapan acara puncak latihan tempur Angkasa Yudha di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Senin (3/10/2016). Latihan tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna dalam rangka sosialisasi dan memperkuat kemampuan masing-masing skuadron guna meningkatkan kesiagaan dan pengawasan wilayah perbatasan, khususnya di Kepulauan Riau. ANTARA FOTO/M N Kanwa/kye/aa.

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Partai NasDem DPR menyebutkan, menginjak usianya yang ke-74 pada 9 April 2020, TNI AU harus mampu menjaga pertahanan udara Indonesia ditengah kemajuan teknologi saat ini.

"Selamat Ulang Tahun TNI AU, Teruslah mengawal restorasi Indonesia menuju Indonesia maju," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR, Willy Aditya, di Jakarta, Kamis.

Ia berharap agar pada usianya yang ke-74 TNI AU terus menorehkan kiprah mengawal kemajuan bangsa.

Baca juga: Terapkan protokol kesehatan, KSAU pimpin upacara HUT ke-74 TNI AU

Ia menegaskan, TNI AU yang lahir dan terus mengiringi kemajuan Indonesia telah melalui berbagai fase yang begitu berharga dalam perkembangannya.

"TNI AU sebagai bagian dari Tentara Nasional telah dengan baik dan tegak sebagai pengawal perkembangan Indonesia dan cita-cita berdirinya republik hingga hari ini. Perannya dalam berbagai misi sudah tidak terhitung dan semakin memperlihatkan profesionalitas dan keandalannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, reformasi TNI yang digulirkan era reformasi juga disambut baik oleh TNI AU sebagai sebuah kesadaran untuk tanggap terhadap perubahan.

Baca juga: TNI-AU bagikan sembako-masker ke rumah singgah yatim piatu Jakarta

Oleh karena itu, dia juga percaya TNI AU akan selalu siap dengan tantangan-tantangan baru yang akan dihadapinya.

"TNI AU ini satu yang paling berhasil dalam melaksanakan reformasi TNI. Maka menjadi tanggung negara untuk melanjutkan dan memberi arah reformasi TNI yang telah bergulir. Penyediaan APBN, realokasi sumber daya dan distribusi penugasan menjadi bagian penting yang harus dipikirkan untuk TNI AU," katanya.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan cetak biru "Buku Putih Pertahanan Indonesia" yang telah dihasilkan pada periode yang lalu sudah sepatutnya segera diimplementasikan.

Baca juga: Cegah COVID-19, upacara HUT TNI AU terapkan "phyisical distancing"

Menurut dia, sebagai bagian dari sistem pertahanan Indonesia TNI dan TNI AU harus didukung untuk menjalankan perannya.

"Masih menjadi PR kita saat ini adalah alokasi anggaran TNI dalam sistem pertahanan belum cukup optimal. Kita perlu terus mengupayakan agar alokasi anggaran untuk TNI dapat bertambah sesuai kebutuhan pertahanan Indonesia," ucapnya.

Ia menyatakan, tantangan pertahanan Indonesia saat ini diakui jauh lebih kompleks dari era sebelumnya.

Perkembangan teknologi yang demikian pesat pada sisi pertahanan juga merupakan tantangan yang tidak ringan. Untuk itulah, kata Willy, TNI perlu membangun strategi yang jitu dalam mengembangkan sistem pertahanan pada masa depan.

Baca juga: Peringatan HUT Ke-74 TNI-AU digelar sederhana di tengah wabah COVID-19

"Tantangan pertahanan saat ini bukan hanya yang terlihat kasat mata namun juga bisa berupa hal yang tidak kasat mata. Senjata yang dipakai juga bukan hanya senjata konvensional. Kita butuh sumber daya manusia TNI AU yang unggul dalam sains dan teknologi, ini juga harus difasilitasi negara. Ini semua yang harus DPR dan Pemerintah kerjakan ke depan," katanya.

Dalam Ulang Tahun ke-74 TNI AU, dia kembali menegaskan pentingnya distribusi jabatan yang layak untuk menempatkan personil TNI di jabatan-jabatan negara. Hal ini untuk mengatasi masalah struktur dan regenerasi perwira TNI di lingkungan TNI AU khususnya.

Baca juga: Lanud Supadio gelar bakti sosial kesehatan dalam rangka HUT TNI AU

"Perguliran struktur jabatan di TNI saat ini menghadapi tantangan karena banyak perwira menengah dan tinggi yang belum memperoleh pos jabatan. Kita harus memikirkan penempatan perwira pada pos-pos jabatan tertentu yang membutuhkan karakter khas TNI tanpa harus mundur dalam menjalankan reformasi TNI. Ada banyak pos jabatan yang saat ini bisa menjadi ladang penugasan TNI, tinggal membuat mekanisme dan aturannya," kata dia.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020