Unsri hanya terima 1.523 mahasiswa baru dari pendaftar 22.229 orang

Unsri hanya terima 1.523 mahasiswa baru dari pendaftar 22.229 orang

Universitas Sriwijaya kampus di Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. ANTARA/Indra Gultom

Palembang (ANTARA) - Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang mencatat 22.229 orang calon mahasiswa yang berminat masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional yang diumumkan serentak, Rabu hanya meloloskan 1.523  orang mahasiswa baru.

Koordinator Humas SNMPTN, UTBK, SBMPTN Unsri, Prof Zulkifli Dahlan di Palembang, Rabu mengatakan dari 22.229 peminat itu 18.759 di antaranya memilih Unsri sebagai perguruan tinggi pertama dan 3.470 sisanya memilih Unsri sebagai pilihan perguruan tinggi kedua.

"Ke-1.523 peserta SNMPTN yang lolos Unsri tahun ini mengisi 20 persen dari sekitar 7.500 kuota mahasiswa yang kami terima," ucap Prof Zulkifli Dahlan.
Baca juga: Pengumuman SNMPTN Unsri Melalui "Online"

Setelah dinyatakan lulus, 1.523 peserta termasuk di antaranya 373 peserta yang terdaftar dalam Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) harus memverifikasi data secara online melalui laman http://reg.unsri.ac.id mulai 9 April hingga 23 April 2020 untuk mengetahui besaran UKT yang harus dibayarkan.

Sementara bagi peserta yang tidak lolos masih berpeluang masuk Unsri lewat jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Namun ia juga menjelaskan bahwa pendaftaran UTBK dan SBMPTN dilaksanakan pada 2 - 20 Juni 2020 sesuai surat edaran Tim Pelaksana LTMPT Nomor 11/SE.LTMPT/2020 tentang perubahan jadwal UTBK 2020.
Baca juga: Peserta lolos SNMPTN kurang mampu bisa ajukan keringanan

"Jadwal itu merupakan penundaan mengingat saat ini masih ada wabah COVID-19, awalnya UTBK dilaksanakan pada 20-26 April tetapi harus mundur ke Bulan Juni," jelas Prof Zulkifli.

Selain itu mundurnya jadwal UTBK tahun 2020 ikut memengaruhi perubahan materi UTBK yakni proses tes seleksi hanya memberikan materi Tes Potensi Skolastik (TPS), kata dia, para peserta akan dinilai dari kemampuan kognitif, logika dan pemahaman umum diluar kemampuan akademik.

"Nanti peserta hanya diizinkan mengikuti tes hanya satu kali saja," kata Prof Zulkifli.

UTBK sendiri akan dilaksanakan pada 5 - 12 Juli 2020 dan hasil SBMPTN diumumkan pada 25 Juli 2020.
Baca juga: LTMPT : Lolos SNMPTN bukan berarti diterima di PTN
Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020