Polri: Jangan ada yang timbun/naikkan harga sembako selama wabah

Polri: Jangan ada yang timbun/naikkan harga sembako selama wabah

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) didampingi Dirut PT. Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) meninjau ketersediaan beras di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Kabareskrim mengatakan ketersediaan bahan pokok khususnya beras di Jakarta cukup hingga Hari Raya Lebaran 2020. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba untuk mempermainkan harga atau menimbun sembako untuk meraup keuntungan pribadi di tengah masa pandemi COVID-19.

"Saya ingatkan, jangan coba-coba bermain dengan harga atau menumpuk (barang) atau membuat barang menjadi langka. Siapapun yang berusaha menghalangi proses distribusi, maka saya akan tindak tegas," kata Komjen Sigit saat dihubungi, Senin.

Baca juga: Pemerintah akan bagikan 200 ribu paket sembako untuk warga Jabodetabek

Baca juga: Surakarta bagikan 40.000 paket sembako untuk warga terdampak COVID-19

Baca juga: Kemensos salurkan 6.700 paket sembako atasi dampak COVID-19


Sigit mengatakan bahwa jajaran Bareskrim terus mengawal distribusi sembako dari gudang sampai ke pasar dan tangan konsumen.

"Mengawal dan memastikan bahwa ketersediaan bahan-bahan pokok dan hal-hal yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari tetap dapat terdistribusikan dan tercukupi di lapangan," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah menerbitkan Surat Telegram Kapolri yang berisi pedoman pelaksanaan tugas fungsi reskrim mengenai ketersediaan pangan dan proses distribusinya selama masa pandemi COVID-19.

Dalam Surat Telegram Nomor: ST/1099/IV/HUK.7.1./2020 tertanggal 4 April 2020 ini, disebutkan beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang menghalangi atau menghambat jalur distribusi pangan.

Kapolri Idham juga menyoroti upaya untuk mengatasi langkanya stok beberapa bahan pokok seperti gula, bawang putih, dan bawang bombai dengan mendorong importir untuk segera melakukan impor serta mendorong pabrik gula rafinasi untuk memproduksi gula konsumsi demi mengatasi kelangkaan gula.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020