Total 763 orang, jumlah ODP COVID-19 di Sumut naik 35 persen

Total 763 orang, jumlah ODP COVID-19 di Sumut naik 35 persen

Warga dengan menggunakan masker berada di gedung rawat infeksius RSUP Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai rumah sakit rujukan COVID-19. (FOTO ANTARA/Septianda Perdana)

Medan (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-10 Provinsi Sumatera Utara mengumumkan perkembangan terbaru kasus corona di Sumut  di mana berdasarkan data hingga Senin menunjukkan lonjakan signifikan yakni mencapai 35 persen.
 
"Saat ini sebanyak 763 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Data ini meningkat 35 persen dari hari sebelumnya di angka 496 ODP," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan di Medan, Senin .
 
Jumlah tersebut, kata Alwi, didapat dari hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) atau "tracing" oleh Dinas Kesehatan Sumut kepada kontak erat dari seluruh yang positif COVID-19.
 
"Ini membuktikan bahwa rekan-rekan kami baik itu di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota sudah melakukan tugasnya dalam melakukan Penyelidikan Epidemiologi dengan baik. Buktinya dengan mendapatkan ODP yang semakin bertambah," katanya.
 
Alwi menyebutkan jika para ODP ini bisa diidentifikasi seluruhnya, maka rantai penularan COVID-19 di Sumut bisa diputus. Untuk itu ia mengimbau agar para ODP mengisolasi diri selama 14 hari.
 
"Di awal, mereka (ODP) tidak berkenan mengisolasi diri, akibatnya terjadi peningkatan yang sekarang kita rasakan. Ke depan kita harapkan karantina mandiri di rumah," katanya.
 
Selain ODP, katanya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan dari angka sebelumnya berjumlah 48, kini sudah 50 orang. Sedangkan pasien yang berhasil sembuh bertambah menjadi enam orang.
 
"Untuk pasien yang positif COVID-19 masih tetap dua orang. Satu di antaranya yang meninggal pada Selasa (17/3) 2020," demikian Alwi Mujahit Hasibuan.
 
 
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020