Wakil Ketua MPR: Kanker belum bisa menjadi "sahabat" di Indonesia

Wakil Ketua MPR: Kanker belum bisa menjadi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (8/3/2020). ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat di Indonesia adalah belum bisa menjadikan kanker sebagai "sahabat" sehingga menimbulkan ketakutan luar biasa dalam mengobatinya.

"Padahal, proses deteksi dini itu sangat diperlukan untuk bisa mencegah kanker terutama kanker payudara," kata dia di sela-sela peluncuran buku antologi berjudul "Lalu Bintang Pun Tersenyum Kembali" di Jakarta, Minggu.

Menjadikan kanker sebagai "sahabat" menurut dia adalah dengan cara mengenali gejala penyakit itu sendiri termasuk langkah-langkah penanganannya.

Kanker payudara merupakan penyakit yang bisa disembuhkan selama masyarakat secara cepat mengetahui dan tepat dalam mengobatinya. Jika dua tahapan itu dilakukan, maka risiko kanker di Tanah Air dapat ditekan.

Selain itu, politisi Partai NasDem tersebut juga melihat sering kali para penyintas kelelahan dan memilih cara-cara yang sepertinya lebih mudah dan praktis serta terbuai melakukan jenis pengobatan tidak berbasiskan "Evidence-Based Medicine".

"Itu sering terjadi. Dimana alternatif menjadi pilihan utama, padahal seorang penderita harus menyelesaikan semua proses pengobatan secara medis," katanya.

Ia menilai masih tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia dipengaruhi oleh faktor tersebut. Dimana masyarakat terutama penderita cukup sering mengambil cara-cara alternatif ketimbang pengobatan secara medis.

"Akhirnya pada tingkatan yang sudah lanjut baru kemudian melakukan pengobatan secara medis. Inilah kemudian menimbulkan tingginya angka kematian," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Edukasi Komunitas Kanker Payudara Srikandi Indonesia Yanti Kariadi mengatakan deteksi dini kanker payudara penting dilakukan kepada masyarakat luas sebagai langkah pertama pencegahan penyakit tersebut.

"Kami di komunitas menjalani pelatihan tersendiri sehingga dapat memberikan edukasi pada masyarakat luas tentang pentingnya melakukan deteksi dini tentang kanker payudara," katanya.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020