Kondisi pasien terduga Covid-19 di Pekanbaru mulai stabil

Kondisi pasien terduga Covid-19 di Pekanbaru mulai stabil

Pegawai apotek mengenakan masker saat melayani konsumen di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (2/3/2020). Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua pengidap virus corona di Indonesia, warga Pekanbaru mendatangi apotek untuk membeli masker dan cairan pembersih tangan, namun banyak apotek kehabisan stok karena permintaan meningkat. ANTARA/FB Anggoro/ama.

Pekanbaru (ANTARA) - Kondisi seorang pasien terduga terjangkit virus corona atau Covid-19 yang kini diisolasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, mulai stabil setelah menjalani perawatan selama dua hari di ruang isolasi.

“Kondisi (pasien) stabil, sudah mulai stabil,” kata Direktur RSUD Arifin Achmad, dr. Nuzelly Husnedi di Pekanbaru, Kamis.

Sebelumnya, kondisi pasien sempat mengalami demam dan panas badannya naik-turun, berkisar 37-38 derajat celcius. RSUD milik Pemprov Riau tersebut mulai menangani seorang pasien dari Pekanbaru tersebut sejak Selasa (3/3).

Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel Swap pasien untuk diteliti. Sampel tersebut sudah dikirim ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) di Jakarta pada Rabu (4/3).
Baca juga: Pasien terduga Covid-19 di Pekanbaru sempat berkunjung ke Malaysia

Menurut dia, proses penelitian sampel pasien ternyata memakan waktu lama karena banyak sampel dari pasien terduga Covid-19 lainnya yang masuk. Sedangkan, pemerintah hanya mengizinkan penelitian sampel untuk penyakit tersebut di Puslitbangkes.

“Ternyata yang antre banyak,” kata dr. Nuzelly seraya menambahkan biasanya hasil lab selesai 2-3 hari setelah dimasukan.

Pasien terduga Covid-19 di Pekanbaru tersebut juga punya riwayat penyakit paru dan belum lama ini berkunjung ke Malaysia. Saat pulang ke Pekanbaru melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II, pasien masih terdeteksi normal suhu badannya.
Baca juga: RSUD Arifin Achmad Riau siapkan ruang isolasi pasien terduga corona
Pasien tersebut sempat bolak-balik berobat namun tidak kunjung sembuh setelah seminggu pulang dari Malaysia.

“Pasien baru pulang dari Malaysia. Dia calon jamaah umroh yang batal berangkat,” katanya.

Pasien itu terakhir kali sempat berobat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru, dan kepada dokter ia mengaku baru pulang dari Malaysia. Karena rumah sakit tersebut tidak memiliki ruang isolasi, maka pasien segera dirujuk ke RSUD Arifin Achmad yang memang menjadi fasilitas kesehatan rujukan untuk penyakit menular tersebut.
Baca juga: Bandara Pekanbaru pasang pendeteksi suhu badan di terminal domestik

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020