Menkes : KRI Soeharso mampu memulangkan dan merawat WNI dari Jepang

Menkes : KRI Soeharso mampu memulangkan dan merawat WNI dari Jepang

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau KRI Soeharso di Dermaga Komando Armada II Surabaya, Kamis (20/2/2020). (Foto : ANTARA/Aditya Ramadhan).

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa Kapal Republik Indonesia (KRI) Soeharso 990 memiliki kemampuan untuk memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) kru Kapal Pesiar Diamond Princess di Jepang sekaligus merawatnya apabila mengalami sakit.

"Ini kapal rumah sakit yang punya kemampuan melakukan perawatan dan sebagainya. Karena ini kan kapal yang dirancang untuk mengatasi penyakit apapun," kata Terawan saat meninjau KRI Soeharso di Dermaga Komando Armada II Surabaya, Kamis malam.

Terawan yang melakukan pengecekan langsung kapal yang juga disebut RS Apung Soeharso tersebut menambahkan bahwa kapal itu memiliki sejumlah fasilitas kesehatan yang dinilai telah memenuhi persyaratan.

Baca juga: KRI dr Soeharso disiapkan sebagai opsi penjemputan WNI di Jepang

Menkes menyebut KRI Soeharso memiliki ruangan isolasi, ruangan karantina, dan sistem aliran udara satu arah untuk mencegah terjadinya penularan virus.

Terawan mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan sarana prasarana untuk menjemput WNI di Jepang dengan berbagai opsi yang telah disiapkan pemerintah.

Namun, dia menerangkan keputusan penjemputan WNI di Jepang masih harus dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi yang selanjutnya akan ditetapkan oleh presiden.

Baca juga: KRI dr Soeharso-990 sudah layani 2.371 korban gempa

Sebanyak 78 WNI menjadi kru kapal Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama Jepang. Sebanyak empat WNI dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 dan dirawat di dua rumah sakit.

Sementara 74 WNI lainnya dinyatakan sehat dan rencananya akan dijemput oleh pemerintah Indonesia untuk kembali ke Tanah Air.

Baca juga: Pemerintah berencana menambah kapal rumah sakit

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020