80 karya lukis dipamerkan di Pendopo Pengayoman Temanggung

80 karya lukis dipamerkan di Pendopo Pengayoman Temanggung

Pengunjung menyaksikan karya seni lukis pada Pameran Seni Lukis di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung. (80 karya lukis, dipamerkan di pendopo pengayoman)

Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 80 karya lukis dari 50 perupa dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali meramaikan pameran seni rupa di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang diselenggarakan komunitas Cah Temanggung Creative (Catec).

Ketua Panitia Pameran Seni Rupa yang juga Ketua Catec, Ook Saputra di Temanggung, Rabu malam, mengatakan dari 50 perupa yang ikut berpartisipasi, 30 orang dari Temanggung dan 20 orang lainnya dari luar kota seperti Yogyakarta, Borobudur, Semarang, Ambarawa, Boyolali, dan Bali.

"Penyelenggaraan pameran ini dalam rangka ulang tahun ke-31 Catec," katanya.

Ia menuturkan biasanya pameran diikuti anggota Catec sendiri, tetapi dalam dua tahun ini mengundang perupa dari luar kota dan kebetulan Catec juga sering diundang ikut pameran di Yogyakarta, Semarang, Ambarawa, dan lainnya.

Menurut dia para seniman di Temanggung mulai menggeliat dan seniman-seniman muda sekarang juga sudah mulai banyak.

"Meskipun kota kecil, Temanggung termasuk surganya pelukis luar kota, karena di sini terdapat sejumlah kolektor. Rata-rata pengusaha tembakau di Temanggung merupakan kolektor lukisan," katanya.

Sesuai tema pameran "Jiwa tak terbatas", katanya semua aliran ada dalam pameran ini.

"Semua aliran ada, dengan tema tak terbatas artinya ungkapan dari mereka ada yang realis, impresif, abstrak, dan surealis," katanya.

Ia menuturkan pada hari terakhir pameran, Minggu (23/2) akan dilakukan melukis bersama puluhan seniman di Alun-alun Temanggung.

Kolektor lukisan dari Magelang Oei Hong Djien mengatakan ternyata seni rupa telah masuk desa. Hal ini suatu perkembangan dunia seni rupa Indonesia yang menggembirakan dan harus didukung.

"Beberapa tahun terakhir terjadi suatu perubahan dan perkembangan luar biasa dalam dunia seni rupa. Kalau sebelumnya pameran-pameran seni rupa hanya terjadi di kota-kota besar tertentu dimana ada akademi seni, sekarang bermunculan pameran di pelosok dan pinggiran," katanya.

Baca juga: Seniman Yoes dan Wina tampilkan karya lukis dari benda terbuang

Baca juga: Karya pelukis Indonesia tarik perhatian penikmat karya seni di London

Baca juga: Dua pelukis beda gaya gelar pameran di Taman Budaya Kalsel

 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020