Dinkes Bali: Tiga hotel tempat WN China "Jin" menginap, bebas Covid-19

Dinkes Bali: Tiga hotel tempat WN China

ILUSTRASI - Membatasi penyebaran misinformasi tentang virus Corona. ANTARA/Shutterstock/am.

Denpasar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali telah melakukan pengecekan baik fisik maupun klinis terhadap tiga hotel berbeda di wilayah Bali tempat warga negara China berinisial "Jin" menginap, dan dinyatakan bebas dari Covid-19.

"Untuk contact tracingnya, sudah dicek dari pemeriksaan fisik, klinis engga ada yang sakit dan engga ada kontak yang dicurigai di tiga hotel berbeda, tempat menginapnya. Kalau pada saat itu dia (warga China) terkena virus pasti dibawa ke RS. Sekarang pun sudah hari ke-26 tidak ada orang sakit berarti tidak ada virus," jelas Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, Senin.

Ia menerangkan sudah memeriksa tiga hotel tempat Jin menginap di Bali selama enam hari dari pada 22 sampai 28 Januari 2020. "Kalau dihitung sudah 20 hari sejak Jin meninggalkan Bali, tapi tidak ditemukan sakit dengan gejala klinis, dan masa inkubasi itu kan selama tiga hari sampai 14 hari," lanjutnya.

Baca juga: Mahasiswa Aceh dari China akan kuliah secara daring

Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan di biro perjalanan wisata dari warga China tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa di Bali tidak ada ditemukan seseorang yang terpapar virus COVID-19 tersebut.

Ia menjelaskan bentuk antisipasi di hotel-hotel yaitu dengan memasang imbauan, dan melakukan kerjasama, apabila ditemukan ada wisatawan yang sakit dan diduga mengarah pada ciri-ciri terjangkit virus COVID-19 untuk segera dibawa ke RS.

"Jadi kalau ada wisatawan sakit atau demam nantinya agar kita dikasih informasi apakah mengarah pada sakit virus itu, apalagi kalau pernah dan punya riwayat ke daerah terpapar atau ada gejala klinisnya. Kalau mengarah seperti itu kita langsung dibawa ke RS rujukan," jelasnya.

Ia mengatakan untuk penyemprotan disinfektan masing-masing hotel itu harus ada, jadi saat situasi seperti sekarang ini harus lebih aktif untuk sanitasi lingkungannya.

Baca juga: Bima Arya imbau warga tak khawatir dialog dengan WNI negatif corona

Sementara itu, dr. Ketut Suarjaya mengatakan untuk satu WNI yang sempat dirawat di RSUP Sanglah beberapa waktu lalu dinyatakan negatif terjangkit virus COVID-19 dan hanya infeksi saluran pernafasan. WNI tersebut juga sudah dipulangkan ke rumahnya pada Sabtu (15/2).

"Engga ada penanganan lagi, karena sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya membaik, sedangkan untuk satu WN Tiongkok itu hanya diare dan sudah lebih dulu diperbolehkan pulang," terangnya.

Pihaknya mengemukakan Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyediakan 200 ribu masker bedah dan masker N95 sebanyak 3 ribu, beserta alat-alat pelindung diri.

Menurut dia, siap memberikan masker sesuai dengan yang diperlukan masyarakat secara efektif dan efisien.

Ia mengatakan bahwa virus COVID-19 bisa menyerang manusia dan cukup berbahaya karena tingkat penularannya kuat, perluasan infeksinya sangat cepat dan harus diatasi bersama karena semua virus tidak ada obatnya.

"Cara mencegahnya ya meningkatkan sistem daya tahan tubuh seperti rajin olahraga, makan teratur dengan gizi seimbang dan bisa mengendalikan stress sebagai kunci gaya hidup sehat untuk terhindar dari virus," jelasnya.

Baca juga: Rektor UI lebih khawatir perang dagang ketimbang virus Corona
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020