Huntap korban likuefaksi Petobo akan menggunakan konsep Risba

Huntap korban likuefaksi Petobo akan menggunakan konsep Risba

Dok, Lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa dan likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/Muhammad Hajiji/am.

Palu (ANTARA) - Rencana pembangunan hunian tetap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk korban gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah akan menggunakan konsep rumah instan struktur baja atau Risba sebagai rumah tahan gempa.

"Untuk huntap Petobo akan dibangun sekitar 1.800 unit menggunakan konsep Risba. Di upayakan pekan depan realisasi pembangunan rumah contoh di mulai," kata Kepala Satuan Tugas Risba Sulawesi Tengah Pagal Burhan Kato, di Palu, Selasa.

Rumah tahan gempa hasil pengembangan tim Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Infrastruktur (LPI) Kementerian PUPR sudah diterapkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada massa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Baca juga: PUPR siapkan 6.800 rumah instan untuk penyintas bencana Sulteng

Baca juga: 908 huntara korban gempa-likuifaksi Petobo dibangun


Di Sulawesi Tengah, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan wilayah pertama menjadi sasaran pembangunan hunian menggunakan konsep Risba. Dimana lokasi pembangunan itu berada di wilayah Timur Petobo sebagai perbatasan Kota Palu dengan Kabupaten Sigi.

Saat ini, proses pembangunan tersebut masih dalam tahap pematangan lahan dan di proyeksikan pembangunan huntap untuk korban gempa dan likuefaski Petobo hingga Desember 2020.

"Kita ingin secepatnya terbangun, mengingat instruksi Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung di Sulteng tahun lalu bahwa pada April tahun ini sudah harus ada korban bencana yang masuk ke huntap," ujar Pagal.

Ia menjelaskan, pembangunan hunian menggunakan konsep Risba relatif lebih cepat, pembangunan hanya memakan waktu sekitar lima hari per satu unit, sudah termasuk pondasi. Sesuai dengan keputusan pemerintah bahwa huntap untuk korban bencana berukuran tipe 36.

"Pada tiang-tiang utama rumah menggunakan bahan baku baja struktur berstandar SNI dan ketahanan bangunan di prediksi mencapai 25 hingga 40 tahun ke depan sebagai rumah tahan gempa dan permanen," kata Pagal menambahkan.

Secara teknis, teknologi Risba merupakan sistem struktur kanal besi Cnp (baja Cnp) berbentuk huruf C yang sudah dilapisi anti karat dengan sistem sambungan las RB24 dengan biaya pembangunan per satu unit hunian sekitar Rp50 juta sesuai dengan Keputusan Presiden.

Kementerian PUPR akan menyediakan sebanyak 6.800 hunian di Sulawesi Tengah untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala menggunakan konsep Risba. titik pembangunan akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan data pemerintah daerah.

Baca juga: Korban likuefaksi hibahkan tanah 120 hektare untuk pembangunan huntap
Pewarta : Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020