MUI Palu: Gus Sholah tokoh agama yang sangat toleran

MUI Palu: Gus Sholah tokoh agama yang sangat toleran

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin, M.Ag. (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama (MUI) Indonesia Kota Palu, Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin, M.Ag mengatakan almarhum KH Salahuddin Wahid atau sering di sebut Gus Sholah merupakan tokoh Agama yang sangat toleran terhadap umat beragama di tanah air.

"Beliau tokoh Agama sekaligus tokoh bangsa yang sangat toleran serta sangat peduli terhadap kemajuan bangsa Indonesia," kata Zainal, di Palu, Senin, mengenang Gus Sholah.

Mantan Rektor IAIN Palu ini mengemukakan, umat Islam khususnya warga Nahdatul Ulama (NU) tanah air termasuk Sulawesi Tengah merasa kehilangan tokoh panutan yang sangat sederhana serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Dia juga mendoakan agar adik Presiden RI ke empat Aburrahman Wahid (Gus Dur) itu mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Baca juga: Jimly Asshiddiqie: Gus Sholah mengayomi semua orang

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Gus Sholah hebat dalam membangun ukhuwah Islamiyah

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin melawat Gus Sholah


"Semoga arwah beliau di terima di sisi yang Maha Kuasa dan amal perbuatannya menjadi penerang kubur beliau," kata Zainal yang juga Ketua Forum Kerukunan antara Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.

Dia menilai, Gus Sholah seorang tokoh penting yang memiliki disiplin ilmu agama yang patut di contohi umat dan juga sangat menghargai perbedaan antar umat beragama termasuk peduli menulis masalah sosial, keagamaan dan politik tanah air.

Selaku warga NU, dia berpendapat pemerintah patut menghargai dan menghormati apa yang telah dipersembahkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng di Jombang, Jawa Timur itu semasa hidupnya kepada bangsa ini.

"Kami turut berduka cita atas berpulangnya KH Salahuddin Wahid dan semoga keluarga yang di tinggalkan selalu di beri ketabahan oleh Allah SWT," kata dia.

Tokoh penting NU, Gus Sholah tutup usia pukul 20.55 WIB ketika menjalani perawatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Ahad (2/2).

Tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia itu pernah menjabat sebagai anggota MPR pada awal reformasi tahun 1998. Dia tutup usia karena mengalami sakit jantung.*

Baca juga: PBNU berdoa untuk kesembuhan Gus Sholah

Baca juga: Gus Solah : Syariat Islam tetap jalan tanpa rumusan NKRI syariah

Baca juga: Gus Solah: Warga NU penentu Pilkada Surabaya 2020
Pewarta : Muhammad Hajiji/Moh Ridwan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020