Palangka Raya (ANTARA) - Warga keturunan Tionghoa di Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadikan Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili yang jatuh pada 2020 Masehi sebagai momentum meningkatkan suasana aman dan damai, terutama di kota setempat.

Pengurus Vihara Avalokitesvara, Franky Christanto, di Palangka Raya, Minggu, mengajak umat serta warga keturunan Tionghoa di daerah itu untuk dapat menyikapi tahun politik dengan bijaksana sehingga mampu menciptakan kedamaian.



"Saya berharap walaupun kondisi politik yang ada saat ini, masyarakat tetap bijaksana menyikapinya. Kedepankan rasa kebersamaan dan perdamaian serta toleransi agar dimanapun kita berada kedamaian tetap terjaga," kata dia.

Dia mengajak seluruh masyarakat umumnya dan keturunan Tionghoa yang ada di Palangka Raya khususnya, untuk selalu mendukung siapa pun pemimpin yang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah pada Pilkada 2020.

"Siapa pun nantinya yang akan memimpin hendaknya kita dukung, intinya kita harus legawa dalam menyikapinya," kata dia, di komplek Vihara Avalokitesvara.

Pernyataan itu dia saat dikonfirmasi terkait dengan pesan kepada warga keturunan Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek yang tahun ini masuk pada Tahun Tikus Logam.

"Dengan ramalan peruntungan di tahun ini, ada banyak hal yang diinginkan dan dicapai. Semoga apa yang diinginkan bisa terkabul di tahun tikus logam," katanya.

Dia menerangkan bahwa tikus sendiri merupakan karakter yang cerdik dan gesit, serta ditambah unsur logam yang dikenal kuat sehingga dapat diartikan, usaha ataupun pekerjaan yang digeluti akan lancar dan memberikan keberuntungan.

"Hanya saja kami juga harus gesit menyikapi perubahan. Jadi, harus semangat lagi dalam bekerja, supaya keberuntungan dan rejeki itu bisa datang terus menerus," katanya.

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2020