Benarkah Nadiem Makarim menulis pesan IPK, NEM dan ranking tidak perlu?

Benarkah Nadiem Makarim menulis pesan IPK, NEM dan ranking tidak perlu?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan Program dan Kebijakan Pendidikan Tinggi bertajuk Merdeka Belajar: Kampus Belajar di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah pesan yang diklaim sebagai tulisan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang pengalamannya dan tiga hal terkait pendidikan menjadi pembahasan warganet di media sosial.

Dalam tulisan yang dibagikan pemilik akun bernama "Ayah Edy Parenting" itu, tiga hal terkait pendidikan yaitu Nilai Ebtanas Murni (NEM), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dan peringkat kelas disebutkan tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan.

Tulisan itu juga menyebutkan pengalaman Nadiem belajar dari bangku sekolah dasar hingga strata tiga (S3), ditambah pengalaman mengajar selama 15 Tahun di universitas tiga negara maju yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia, juga Indonesia, menjadikannya sebagai saksi bahwa NEM, IPK dan peringkat kelas tidak relevan dalam keberhasilan seorang siswa.

Hingga Jumat (24/1/2020), unggahan yang dipublikasikan pada 19 Januari 2020 itu pun telah mendapat 547 komentar, disukai 7,6 ribu akun lain dan dibagikan lima ribu kali.

Namun, apakah benar tulisan itu adalah buah pikiran Nadiem Makarim?

Penjelasan:
Dalam penelusuran ANTARA terkait riwayat pendidikan Nadiem Makarim, diketahui dia mengambil pendidikan strata satu (S1) di Brown University, Amerika Serikat.

Nadiem lantas melanjutkan pendidikan strata dua (S2) dan menerima gelar Master of Business Administration di Harvard Business School di negara yang sama.

Namun, Nadiem belum mengambil jenjang pendidikan strata tiga (S3) sebagaimana disebut dalam tulisan yang diunggah akun Facebook itu.

Nadiem juga diketahui belum pernah menjadi staf pengajar di kampus mana pun. 

Karier Nadiem justru dimulai sebagai konsultan manajemen McKinsey & Company pada 2006. Kemudian pada 2011, dia mendirikan Zalora Indonesia dan menjadi managing director. Dia juga mengembangkan beberapa perusahaan rintisan seperti Kartuku dan Gojek.

Unggahan akun Facebook mengenai tulisan "Pengalaman Mendikbud" itu lantas ditandai sebagai unggahan yang sebagian informasinya salah.

Informasi itu juga telah diperiksa oleh pemeriksa fakta Mafindo yang menyebutkan tulisan itu bukanlah tulisan Nadiem Makarim melainkan tulisan seorang ahli aeronautika Dr. Agus Budiyono.

Tulisan itu pernah dipublikasikan Agus Budiyono pada akun pribadinya di Facebook dan LinkedIn pada 2018.
Tangkapan layar unggahan akun Facebook AYAH EDY Parenting. (Facebook)


Klaim: Nadiem Makarim menulis pesan IPK, NEM dan ranking tidak perlu
Rating: Salah/Disinformasi

Baca juga: Nadiem Makarim dorong PTN naik kelas

Baca juga: Nadiem : Semua pihak bertanggungjawab dengan pendidikan tinggi

Baca juga: Mendikbud luncurkan kebijakan Kampus Merdeka
Pewarta : Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 1970