DPRD Sigi konsultasi Kemensos percepat jadup penyintas bencana

DPRD Sigi konsultasi Kemensos percepat jadup penyintas bencana

Legislator Sigi, Imran Latjedi, Herman Latabe, H Azhar Nontji, konsultasi mengenai jaminan hidup penyintas bencana Sigi ke Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis (23/1/2020). ANTARA/Muhammad Hajiji/am.

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Komisi Kesra dan Pemerintahan DPRD Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengunjungi Kementerian Sosial di Jakarta guna konsultasi mengenai jaminan hidup untuk penyintas bencana gempa dan likuefaksi daerah setempat.

"Kami telah menemui pihak Kementerian Sosial kemarin (Kamis, 23/1) di Jakarta," ucap anggota Komisi Bidang Kesra dan Pemerintahan DPRD Sigi Imran Latjedi, Jumat.

Komisi Kesra dan Pemerintahan DPRD Sigi yang terdiri dari Imran Latjedi, Herman Latabe dan H Azhar Nontji melaksanakan kunjungan kerja untuk konsultasi mengenai jadup ke Kemensos.

Konsultasi itu, kata Imran untuk memastikan bagaimana dan seperti perkembangan saat ini mengenai proses penanganan jadup untuk penyintas bencana di Sigi.
Baca juga: Jadup 13,894 penyintas korban bencana Palu dan Sigi segera disalurkan

"Kunjungan kerja ke Kemensos dalam rangka menanyakan kepastian dana jadup tersebut," kata Imran.

Ia menguraikan bahwa pihak Kemensos melalui Kasubdit Kesiapsiagaan dan Migitasi Bencana Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiyana selaku pejabat yang menerima mereka dalam kunjungan kerja itu menjelaskan bahwa, Dinas Sosial (Dinsos) Sigi telah mengusulkan dan memasukkan data penerima jaminan hidup sebanyak 45.484 jiwa.

Saat ini, lanjut Imran menguraikan, berdasarkan penjelasan Iyan Kusmadiyana bahwa usulan Pemkab Sigi melalui Dinsos sedang ditindaklanjuti oleh Kemensos.

"Kami berharap bisa secepatnya agar masyrakat tak risau menunggu haknya," ujar Imran.
Baca juga: Penyintas bencana di Jono Oge-Sigi dapat bantuan 100 hunian bertumbuh

Imran yang merupakan Anggota Fraksi NasDem mengutara bahwa Komisi Kesra DPRD Sigi akan terus mengontrol penanganan jaminan hidup penyintas.

"Kami akan kawal ketat jaminan hidup ini, hanya saja kami belum bisa memastikan kapan realisasinya Jadup untuk Sigi," sebut dia.

Kemensos, kata dia lewat Iyan Kusmadiyana mengapresiasi kerja Dinsos Sigi yang tidak putus berkomunikasi dalam penanggulangan pascabencana.

Karena itu, Kemensos menilai Pemkab Sigi termasuk salah satu yang bagus dalam menangani pascabencana. Hal itu dibuktikan dengan kerja-kerja Pemkab Sigi yang cepat memasukkan data ke Kemensos dari tiga daerah lainnya di Sulteng yang terdampak gempa, tsunami dan likuefaksi.
Baca juga: UNDP bantu 80 ribu dolar AS dukung ketahanan ekonomi penyintas Sigi

Hingga saat ini, berdasarkan data Kemensos, urai Imran penyaluran dana jaminan hidul sudah menyentuh 24 ribu jiwa penyintas di Sigi dari total 69.000 lebih masyrakat yang harus dipenuhi haknya.

"Kami berharap ada percepatan sehingga semua bisa mendapatkan haknya, serta tidak ada kesenjangan yaitu sebagian dapat sementara yang lain tidak," tuturnya.

"Kami pun berharap pada masyrakat agar bersabar, karena kami akan tetap mengawal proses ini dan kami infokan ke masyrakat terkait perkembangannya," imbuhnya.
Legislator Sigi, Imran Latjedi, Herman Latabe, H Azhar Nontji, konsultasi mengenai jaminan hidup penyintas bencana Sigi ke Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis (23/1). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020