Atasi abrasi pantai Padang Pariaman, BNPB alokasikan belasan miliar

Atasi abrasi pantai Padang Pariaman, BNPB alokasikan belasan miliar

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis (kanan) mengunjungi pembangunan batu grip di Korong Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Senin. (FOTO ANTARA/Aadiaat M.S.)

Parit Malintang, Sumbar (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk mengatasi abrasi pantai dengan membangun batu grip di Korong Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Pembangunannya sudah dimulai semenjak 10 hari yang lalu dan saya lihat pengerjaanya cepat," kata anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis di Kecamatan Sungai Limau, Selasa.

Meskipun dana yang dialokasikan untuk mengatasi abrasi itu mencapai Rp18 miliar, katanya, namun besaran dana yang akan digunakan bisa di bawah dari anggaran yang dialokasikan tersebut.

Ia menjelaskan hal tersebut karena penggunaan dana untuk pembangunan batu grip itu menyesuaikan dengan kebutuhan atau melihat dari kondisi alam.

"Jadi akan dipelajari terus, namun yang jelas panjang batu grip ini ke tengah laut mencapai 85 meter dengan jarak antar batu grip mencapai 100 meter," katanya.

Pembangunan batu grip tersebut, katanya, sudah lama dinantikan oleh warga di Pasie Baru karena abrasi yang berlangsung semenjak beberapa tahun lalu itu tidak saja mengancam rumah warga namun juga sekolah.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan pihaknya tidak bisa mengatasi abrasi di Pasie Baru dengan menggunakan APBD daerah itu.

"Apalagi APBD Padang Pariaman pada tahun ini mengalami defisit mencapai Rp113 miliar," ujarnya.

Oleh karana itu, lanjutnya pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk membantu mengatasi abrasi tersebut dengan membangun batu grip.

"Saya pun menghubungi John Kenedi Azis yang berada di badan anggaran DPR agar membantu kami dan akhirnya sekarang terealisasi," kata dia.

Salah seorang warga di Pasie Baru Wandi mengatakan selama ini warga di daerah itu ketakutan karena semakin lama pantai di daerah itu terus dikikis oleh ombak.

"Bahkan sekarang sudah sampai ke pagar sekolah, jika pembangunan batu grip ini terlambat mungkin sekolah ini habis," katanya.

Baca juga: Warga pasang karung berpasir tahan abrasi pantai di Padang Pariaman

Baca juga: Gelombang tinggi picu abrasi di Pesisir Selatan Sumbar

Baca juga: Pohon cemara udang dimanfaatkan atasi abrasi Pesisir Selatan-Sumbar
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019