2.500 personel Polri disiapkan tangani bencana

2.500 personel Polri disiapkan tangani bencana

Direktur Penangangan Pengungsi BNPB Johny Sumbung (kiri), Kasubdit Siaga dan Latihan Basarnas Nanang Sigit (dua kiri), Wakil Komandan Korp Brimob Brigadir Jenderal Abdul Rakhman Baso (tiga kiri), dan Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab (lima kiri) memberikan keterangan pers usai pelaksanaan apel gelar pasukan Aman Nusa II 2019 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/12/2019). ANTARA/Fathur Rochman/pri.

Depok (ANTARA) - Wakil Komandan Korp Brimob Brigadir Jenderal Abdul Rakhman Baso mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 2.500 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasional Kepolisian Terpusat (Satgas Opspus) Aman Nusa II 2019 untuk disiapkan menanggulangi bencana.

Rakhman pada apel gelar pasukan Aman Nusa II 2019 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin, menyebutkan jumlah tersebut belum termasuk personel yang disiapkan di masing-masing polda di berbagai daerah.

Anggota kepolisian tersebut, kata dia, siap dikerahkan apabila terjadi bencana alam maupun konflik sosial di berbagai daerah.

Baca juga: Polri gelar pasukan untuk kesiapsiagaan tangani bencana

Dalam Satgas Opsus tersebut, jajaran Polri bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI.

"Apabila membutuhkan perkuatan ke depannya, apabila terjadi kontijensi, apakah kontijensi konflik sosial, kontijensi bencana alam dan sebagainya, kami siap untuk backup wilayah bersinergi dengan teman-teman dari TNI," ucap Rakhman.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadi bencana.

Berdasarkan hasil pemetaan, diketahui bahwa wilayah yang rentan terjadi bencana hujan dan tanah longsor hingga akhir Desember 2019 meliputi Sumatera bagian utara, kemudian Aceh bagian barat, Sumatera Barat, Jawa bagian barat, Sulawesi Tengah, dan juga Papua.

"Untuk Kalimantan, ada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara," kata Fachri Radjab.

Baca juga: Polri gelar apel Aman Nusa II untuk kesiapsiagaan bencana

Adapun puncak musim hujan di Indonesia, BMKG memprediksi akan terjadi antara pertengahan Januari hingga pertengahan Februari.

"Kalau saat ini Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan, 50 persen wilayah kita sudah masuk musim hujan," ucap Fachri.

Direktur Penanganan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Johny Sumbung mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan oleh Polri melalui gelar pasukan Satgas Opspus Aman Nusa II 2019.

"BNPB sangat mengapresiasi kegiatan pada pagi hari ini. Apel ini menunjukkan bahwa Polri sudah siap dalam rangka menghadapi musim hujan yang tadi sudah disampaikan oleh rekan dari BMKG dengan titik-titik rawan," kata Johny.

Johny pun menyatakan bahwa BNPB akan mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan logistik serta peralatan yang dibutuhkan guna mendukung kegiatan operasi tersebut.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 1970