Satgas gabungan ungkap modus pelaku illegal drilling kelabui petugas

Satgas gabungan ungkap modus pelaku illegal drilling kelabui petugas

Satuan tugas (Satgas) Gabungan Operasi Pemberantasan Illegal Drilling yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jambi yang menggelar razia di lapangan.(ANTARA/Nanang Mairiadi).

Jambi (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Operasi Pemberantasan Illegal Drilling atau pengeboran minyak secara ilegal yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jambi menemukan modus dari para pelaku untuk mengelabui petugas yang menggelar razia di lapangan agar sumur minyak ilegal mereka tidak diketahui.

"Yang kami temui di lapangan saat menggelar razia operasi illegal drilling, banyak upaya dari para pelaku untuk mengelabui petugas agar sumur mereka tidak ditutup saat dirazia," kata Wadir Sabhara Polda Jambi AKBP Riko Junaldy, di Jambi, Selasa.
Baca juga: Pertamina EP Jambi tidak diajak penutupan sumur minyak ilegal

Saat ditemui di lapangan, katanya lagi, banyak upaya para pelaku untuk mengelabui satgas gabungan. Fakta yang ditemukan di lapangan mengungkap modus para pelaku mengelabui para petugas saat melakukan penutupan lokasi minyak ilegal di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

AKBP Riko Junaldy mengatakan, saat memimpin operasi tersebut para pelaku menutup 'chasing' sumur dengan mengelas 'chasing' pipa sumurnya, kemudian ditutup dengan tanah dan sampah. "Begitu modus mereka untuk kelabui kami," ujarnya pula.

Mereka menutup rapat 'chasing' pipa itu dengan palu dan kemudian pasang police line yang diambil dari sumur yang telah dirusak dan dipasang garis polisi juga, seolah-olah sudah disegel petugas sebelumnya.

"Modus itu dilakukan agar sumur-sumur tersebut tidak ditutup lagi oleh tim gabungan yang menggelar operasi di daerah tersebut, dan kalau tidak ketahuan ya bisa saja mereka akan beroperasi lagi karena masih banyak sumur-sumur yang seperti itu," kata Riko.
Baca juga: Polda Jambi tutup puluhan lobang sumur ilegal drilling

Kemudian modus lainnya, menutup dengan terpal dan ditimbun tanah serta sampah.

Namun akal para pelaku illegal drilling sudah diketahui modusnya, karena satgas mengetahui tempat mana yang belum dirusak dan ditutup, kemudian membuka 'chasing' pipa sumur dengan menggunakan alat gunting pipa dan capit pres yang dimiliki Direktorat Sabhara Polda Jambi.

Tim Satgas Gabungan Pemberantasan Illegal Drilling sampai saat ini sudah menutup ratusan sumur minyak ilegal pada dua kabupaten di Batanghari dan Sarolangun, dan tim masih akan terus menutup habis seluruh sumur minyak ilegal yang beroperasi di Provinsi Jambi.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 1970