BPBD Ternate sediakan dana rehabilitasi rumah rusak pasca-gempa

BPBD Ternate sediakan dana rehabilitasi rumah rusak pasca-gempa

Puluhan pengungsi gempa berkekuatan 7,1 magnitudo di Pulau Batang Dua mendapatkan bantuan disalurkan ke posko yang berada di kecamatan tersebut. ANTARA/Abdul Fatah/am.

Ternate (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara menyediakan dana untuk merehabilitasi rumah warga dan fasilitas umum yang rusak di Pulau Batang Dua, akibat gempa dengan magnitudo 7,1 yang melanda Malut sepekan lalu.

"Sesuai data, sebanyak 37 rumah warga rusak ringan, tiga rumah ibadah, dua sekolah dan Kantor BPRS mengalami rusak ringan," kata Kepala BPBD Kota Ternate, Hasyim Yusuf di Ternate, Kamis.

Dana stimulan yang akan diberikan ke warga yang rumahnya rusak ringan akibat terkena dampak gempa bermagnitudo 7,1 bervariasi, hingga Rp3 juta.

Sebelumnya, BPBD menyalurkan bantuan untuki warga yang didistribusikan pada Senin (18/11) lalu berupa bantuan makan siap saji, selimut, terpal, tikar dan berbagai kebutuhan yang akan digunakan warga terutama di tempat pengungsian.

Dalam penanganan bencana gempa Batang Dua ini, BPBD telah menyediakan anggaran melalui kas daerah sebesar Rp1 miliar yang digunakan untuk pembenahan berbagai kerusakan baik rumah warga yang sementara itu terdata 37 unit, tiga gereja, satu SMAN 11 Ternate dan Kantor BPJS yang mengalami rusak ringan.

Baca juga: Distribusi bantuan ke Batang Dua dari Posko Gereja Imanuel tersalurkan
Baca juga: Gempa Malut akibat tekanan di 2 sisi Lempeng Laut Maluku


Akan tetapi, hingga kini, ratusan warga yang semula mengungsi di dua titik wilayah Pulau Batang Dua, saat ini telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Oleh karena itu, pihaknya dalam penanganan bencana menggunakan standar operasional mulai dari evakuasi, penanganan dampak buruk yang ditimbulkan yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda,pemenuhan kebutuhan dasar,perlindungan,pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan sarana dan prasarana.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Ternate, Abdullah Taher bersama Dandim 1501/Ternate Kolonel Czi Mahfud Ghozali meninjau pengungsi dan pendataan kerusakan secara fisik.

Rombongan Forkopimda Kota Ternate, Dandim 1501/Ternate Kolonel Czi Mahfud Ghozali, Wali Wali Kota Ternate, Abdullah Taher, Waka Polres Ternate Kompol Muh Jufri Dukomalamo bersama BNPB dan BPBD, Tagana Relawan Kota ke Kelurahan Mayau Kecamatan Batang Dua menggunakan kapal KPLP denganmembawa bantuan untuk pengungsi diantaranya berupa bahan makanan dan obat obatan.

Kegiatan dalam rangka meninjau pengungsi dan pendataan kerusakan secara fisik akibat gempa dengan magnitudo 7,1  yang terjadi pada hari Jumat, 15 November 2019 dini hari.

Baca juga: Pascagempa 7,1 magnitudo, bantuan dibutuhkan warga Pulau Batang Dua
Baca juga: BMKG monitor gempa susulan di Ambon, Malut dan Bali


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyediakan dana untuk merehabilitasi rumah warga dan fasilitas umum yang rusak di Pulau Batang Dua, akibat gempa dengan magnitudo 7,1 yang melanda Malut sepekan lalu.

"Sesuai data, sebanyak 37 rumah warga rusak ringan, tiga rumah ibadah, dua sekolah dan Kantor BPRS mengalami rusak ringan," kata Kepala BPBD Kota Ternate, Hasyim Yusuf di Ternate, Kamis.

Dana stimulan yang akan diberikan ke warga rumahnya rusak ringan akibat terkena dampak gempa berkekuatan 7,1 magnitudo bervariatif hingga Rp3 juta.

Sebelumnya, BPBD menyalurkan bantuan bagi warga yang didistribusikan pada Senin (18/11) lalu berupa bantuan makan siap saji, selimut, terpal, tikar dan berbagai kebutuhan yang akan digunakan warga terutama di daerah pengungsian.

Dalam penanganan bencana gempa Batang Dua ini, BPBD telah menyediakan anggaran melalui kas daerah sebesar Rp1 miliar untuk digunakan untuk pembenahan berbagai kerusakan baik rumah warga yang sementara itu terdata 37 unit, tiga gereja, satu SMAN 11 Ternate dan Kantor BPRS yang mengalami rusak ringan.

Akan tetapi, hingga kini, ratusan warga yang semula mengungsi di dua titik wilayah Pulau Batang Dua, saat ini telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Karena itu, pihaknya dalam penanganan bencana menggunakan standar operasional mulai dari evakuasi, penanganan dampak buruk yang ditimbulkan yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda,pemenuhan kebutuhan dasar,perlindungan,pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan sarana dan prasarana.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Ternate, Abdullah Taher bersama Dandim 1501/Ternate Kolonel Czi Mahfud Ghozali meninjau pengungsi dan pendataan kerusakan secara fisik.

Rombongan Forkopimda Kota Ternate, Dandim 1501/Ternate Kolonel Czi Mahfud Ghozali, Wali Wali Kota Ternate, Abdullah Taher, Waka Polres Ternate Kompol Muh Jufri Dukomalamo bersama BNPB dan BPBD, Tagana Relawan Kota ke Kelurahan Mayau Kecamatan Batang Dua menggunakan kapal KPLP denganmembawa bantuan untuk pengungsi diantaranya berupa bahan makanan dan obat obatan.

Kegiatan dalam rangka meninjau pengungsi dan pendataan kerusakan secara fisik akibat gempa dgn Kekuatan 7,4 SR yang terjadi pada hari Jumat, 15 November 2019 dini hari.

Baca juga: 28 rumah warga Batang Dua di Ternate rusak akibat gempa
Baca juga: Tanggap darurat gempa Malut belum ditetapkan, sebut BPBD
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019