Pelaku pariwisata Riau harap bunga bank segera turun

Pelaku pariwisata Riau harap bunga bank segera turun

Sejumlah warga membersihkan Pantai Tanjung Lapin dari sampah plastik di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/HO-Dispar Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Pelaku pariwisata di Provinsi Riau berharap perbankan segera menurunkan suku bunga untuk memicu sektor riil yang berhubungan langsung dengan masyarakat, karena kondisi bisnis pada pertengahan tahun 2019 di Riau mengalami kelesuan.

"Mulai setelah Lebaran tahun ini sampai sekarang, mayoritas bisnis yang berkaitan dengan jasa dan pariwisata lesu. Jumlah pengunjung di tempat wisata rata-rata turun 30 sampai 40 persen," kata pengelola objek wisata Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko, di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan, ada beberapa sebab yang menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan atau pengunjung tempat wisata menurun di Riau. Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada pertengahan tahun ini menjadi salah satu penyebabnya.

Baca juga: Kerajaan Perlis-Pemrov Riau jajaki kerjasama pengembangan pariwisata

"Selama tiga bulan sejak Agustus sampai pertengahan Oktober, pengunjung jauh berkurang. Belum lagi konser musik yang awalnya mau digelar di tempat kami juga batal," katanya.

Penyebab lainnya adalah daya beli masyarakat yang menurun dinilainya karena pengaruh ekonomi yang lesu, membuat pengunjung berkurang. Wisata Alam Mayang yang menargetkan segmen pasar menengah ke bawah sangat terkena imbasnya. Warga mengurangi bertamasya karena menilai ada kebutuhan primer yang harus lebih jadi prioritas.

"Karena itu kalau suku bunga diturunkan, harapannya adalah masyarakat tertarik untuk mengambil kredit perbankan untuk usaha. Kalau sudah begitu, uang akan lebih banyak beredar di tengah masyarakat termasuk ke tempat wisata," katanya.

Dampak lesunya ekonomi, lanjutnya, dikhawatirkan akan membuat pekerjanya kehilangan pekerjaan. Saat ini ia mengatakan sudah harus mengurangi jam kerja pegawai pada hari biasa karena sepinya pengunjung.

Baca juga: Investor minati potensi wisata Pulau Rupat Riau

"Saya tak sanggup untuk menggaji mereka," katanya.

Ia mengatakan lesunya ekonomi akan terus berlanjut sampai tahun 2020. Apalagi pada tahun depan iuran BPJS Kesehatan akan dinaikkan, dan juga ada rencana tarif listrik PLN bakal naik.

"Saya berharap tahun 2020 pemerintah bisa menurunkan suku bunga acuan lagi," katanya.

Bank Indonesia pada akhir Oktober lalu telah menurunkan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5 persen. Ini adalah keempat kalinya pemerintah menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini. Namun, pada kenyataannya belum semua bank menurunkan suku bunga kreditnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik menyatakan perekonomian Provinsi Riau pada triwulan III-2019 hanya tumbuh 2,74 persen, dan mengalami perlambatan ketimbang periode yang sama 2018 yang sebesar 2,94 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, dan jasa keuangan dan asuransi.

Baca juga: Pelaku pariwisata Riau gencarkan promosi pascabencana kabut asap
Baca juga: Menpar nilai Pulau Rupat Riau cocok jadi KEK pariwisata
Baca juga: Menpar harapkan Riau perbanyak agenda pariwisata berstandar nasional
Pewarta : FB Anggoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019