Wapres Ma'ruf pimpin rapat penanggulangan kemiskinan dan "stunting"

Wapres Ma'ruf pimpin rapat penanggulangan kemiskinan dan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin rapat terkait dengan penanggulangan kemiskinan dan penanganan "stunting" pada anak di Kantor Wapres RI, Jakarta, Jumat (1-11-2019). ANTARA/Fransiska Nindity/pri.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat terbatas membahas tentang penanggulangan kemiskinan dan penanganan stunting pada anak-anak di Kantor Wapres RI, Jakarta, Jumat.

Rapat dimulai pukul 14.00 WIB di ruang rapat lantai 2 Kantor Wapres dengan dihadiri Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Selain itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto.

Sebelumnya, Kamis (31/10), Wapres Ma'ruf mengunjungi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Pecatu, Bali, untuk meninjau upaya pencegahan stunting yang dimulai dengan pemeriksaan berkala pada remaja putri dan ibu hamil.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin bertolak ke Bali

Baca juga: Ma'ruf Amin targetkan angka anak kerdil turun hingga tujuh persen

Dalam kunjungannya ke Posyandu Desa Pecatu tersebut, Wapres Ma'ruf dengan didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melihat kegiatan pelayanan masyarakat, mulai dari penyuluhan pranikah terhadap remaja putri dan ibu hamil, serta pemeriksaan bayi dan balita.

Wapres Ma'ruf mengatakan bahwa pencegahan menjadi upaya penting untuk menurunkan angka stunting pada anak-anak di Indonesia hingga mencapai ambang batas seperti yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) sebesar 20 persen.

"Upaya pencegahan stunting itu dilakukan secara sistematis, bukan saja harus diantisipasi sejak ibu hamil sampai 1.000 hari (pertama kehidupan), melainkan juga mulai remaja pranikah. Itu langkah yang harus dikembangkan," kata Wapres Ma'ruf di Pecatu, Bali.

Di Provinsi Bali, menurut Gubernur I Wayan Koster, angka stunting pada anak-anak telah menurun hingga mencapai 16 persen.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Penguatan SDM jadi solusi hadapi "middle income trap"

Dengan angka tersebut, Wapres Ma'ruf mengatakan bahwa upaya penanganan stunting pada anak-anak di Bali bisa dijadikan model bagi daerah-daerah lain.

"Ternyata stunting di sini (Bali) itu sudah tinggal 16 persen, padahal tingkat nasional masih 27 persen dan standar internasional itu 20 persen. Kita ingin juga mengembangkan penanganan seperti di Bali ini ke seluruh Indonesia, ini menjadi contoh baik," kata Wapres Ma'ruf.

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019