Pelabuhan perikanan di Aceh butuh ATM, transaksi capai Rp3,5 miliar

Pelabuhan perikanan di Aceh butuh ATM, transaksi capai Rp3,5 miliar

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Koetaraja, Desa Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (17/9/2019).Antara Aceh/Ampelsa.

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyebutkan perputaran uang di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Koetaraja, Banda Aceh, sebesar Rp3,5 miliar per hari.

"Perputaran uang yang beredar setiap hari di PPS Koetaraja tersebut merupakan transaksi yang terjadi dalam proses pelelangan ikan yang dilakukan di tempat tersebut," kata Kepala DKP Aceh, Ilyas di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan dalam upaya menjadikan PPS Koetaraja sebagai simbol perikanan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu, pihaknya terus melakukan pembenahan serta menghadirkan pelayanan standar yang harus dimiliki oleh sebuah PPS.

"Saat ini kami terus berbenah dan menjadikan kawasan PPS Koetaraja jauh dari kesan kumuh dan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan bersih. Saya juga berdinas di kawasan PPS Koetaraja," katanya.

Menurut dia, dalam mendukung pengembangan ekonomi dan memudahkan transaksi serta memberikan kemudahan dan kenyamanan, pihaknya juga telah membangun komunikasi dengan perbankan agar dapat menghadirkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan PPS Koetaraja.

"Alhamdulillah ada empat perbankan yang sudah positif untuk membangun ATM di PPS Koetaraja. Kami berharap dengan adanya ATM ini akan memudahkan lagi transaksi nelayan," katanya.

Ia menambahkan pada hari Jumat (18/10), pihaknya juga akan menyelenggarakan gotong royong bersama dengan melibatkan semua pihak guna menjadikan kawasan tersebut indah, bersih, hijau dan nyaman.
Pewarta : M Ifdhal
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019