Kementan lepas ekspor 20 ton kopi asal Jatim ke Australia

Kementan lepas ekspor 20 ton kopi asal Jatim ke Australia

Pelepasan ekspor sekaligus penyerahan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) sebagai persyaratan negara tujuan kepada ekspotir PT Asal Jaya di Malang, Jawa Timur, Selasa. (Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) -
Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian melepas ekspor perdana 20 ton kopi jenis robusta bernama Amstirdam yang diproduksi petani asal Jawa Timur ke Australia.

Kopi berjenis robusta yang diproduksi petani di Kabupaten Malang (Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit) atau dikenal dengan Kopi Amstirdam ini sebelumnya telah menjadi langganan 42 negara Asia dan Eropa.

Baca juga: Kopi Amstirdam asal Jatim tembus pasar Australia

"Satu lagi pasar kopi asal Jatim terbuka yaitu ke Australia. Kami berharap dengan ekspor ini ada tambahan margin keuntungan bagi petani karena produk ditujukan untuk pasar ekspor," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat acara pelepasan ekspor di Malang, Jawa Timur, Selasa.

Ali Jamil menuturkan, sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian dalam mendorong eksportasi produk pertanian, Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) telah menggagas program Agro Gemilang.

Baca juga: Kopi Kerinci dan Jangkat diekspor ke Belgia

Program ini ditujukan untuk membuka akses informasi dan layanan seluas-luasnya pelaku usaha agribisnis, khususnya kaum muda yang baru memasuki bisnis ekspor produk pertanian.

Fasilitas layanan ekspor berupa bimbingan teknis pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) serta inergisitas dengan para pemangku kepentingan baik pusat, daerah maupun pelaku usaha.

Baca juga: Kopi Indonesia semakin dikenal di Rusia

Barantan juga telah menyiapkan aplikasi komoditas ekspor, i-MACE, yang dapat diakses sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis ekspor.

Untuk perluasan akses pasar, program Agro Gemilang Barantan ini dilakukan dengan melakukan terobosan layanan berupa sertifikat elektronik, e-Cert. Dengan layanan ini, selain mempercepat proses di tempat pengeluaran, juga menjadi jaminan bagi keberterimaan produk di negara tujuan.

Baca juga: Tiga pengusaha kopi Indonesia promosikan produk di Swiss

Ali Jamil mengatakan partisipasi masyarakat sangat diperlukan khususnya untuk menjaga status kesehatan hewan dan tumbuhan agar tetap sehat, aman dikonsumsi, dan laris di pasar dunia.

Berdasarkan data dari Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, eksportasi produk pertanian asal Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan. Tercatat nilai barang pada periode 1 September hingga 14 Oktober 2019 sebesar Rp3,75 triliun.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019