Kemendes PDTT dorong ekonomi desa dengan empat program unggulan

Kemendes PDTT dorong ekonomi desa dengan empat program unggulan

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (tengah) berfoto dengan sejumlah pemimpin media dalam Peluncuran Buku berjudul RURAL EKOnomic III, MENGUATKAN PILAR EKONOMI DESA di Kemendes PDTT di Jakarta, Selasa (15/0/2019). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong pergerakan ekonomi pedesaan dengan mengupayakan empat program unggulan yang terbukti menghasilkan banyak pencapaian.

"Yang pertama adalah Prukades, yang merupakan singkatan dari Produk Unggulan Desa. Yang kedua adalah dalam bentuk embung air desa. Program ini akan terus kita tingkatkan dengan membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam sambutan pada acara Peluncuran Buku berjudul Rural Ekonomic III, Mengautkan Pilar Rkonomi Desa di Kemendes PDTT di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan program Prukades pada dasarnya adalah membuat klaster-klaster ekonomi di desa supaya desa tersebut dapat fokus dan mempunyai skala produksi yang ekonomis.

Dia mengatakan dalam program tersebut, Kemendes PDTT melibatkan banyak pemangku kepentingan, seperti kementerian, dunia usaha dan juga perbankan dalam membantu aktivitas ekonomi desa.

Baca juga: Mendes dorong desa kembangkan pariwisata dengan dana desa

Program unggulan berikutnya adalah pembuatan embung. Pembuatan embung tersebut didasarkan pada fakta bahwa pada 2014, hanya sebagian desa yang dapat melakukan penanaman saat musim kemarau karena kelangkaan air.

Dengan terbangunnya embung air, Kemendes PDTT berharap masyarakat desa dapat terus menanam sepanjang tahun meski menghadapi musim kemarau sehingga pada akhirnya pendapatan mereka bisa naik dua kali lipat.

Selanjutnya adalah program pembangunan usaha milik desa (BUMDes). Kemendes PDTT berharap dengan adanya Bumdes, desa dapat membangun sendiri setelah adanya bantuan dari dana desa.

Ia berharap dana desa ke depan tidak lagi menjadi sumber pendanaan utama bagi masyarakat desa.

"Dana desa nantinya bukan sumber utama, hanya stimulus saja," katanya.

Baca juga: Mendes: Pemanfaatan dana desa diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi

Dengan adanya BUMDes, Eko mengakui bahwa saat ini ada lebih banyak desa yang membayar pajak lebih dari dana desa yang mereka terima.

Eko mengatakan program unggulan berikutnya adalah program pembangunan sarana olahraga desa. Sarana olahraga desa tersebut penting untuk mengoptimalkan aktivitas fisik anak-anak muda sehingga tidak mengalihkan aktivitas mereka pada hal lain yang berdampak negatif bagi masa depan mereka.

"Sarana olahraga desa ini penting agar anak-anak muda punya aktivitas fisik supaya malemnya bisa capek, kemudian tidur. Supaya enggak narkoba, enggak melakukan kenakanal lain," tuturnya.

Dia berharap pembangunan sarana olahraga juga dapat mendorong perekonomian masyarakat di pedesaan.

"Ini mendrive ekonomi juga karena dengan dibangunnya liga-liga desa, akan ada crowd dan ibu-ibu bisa berjualan," kata dia.

Dengan melaksanakan empat program unggulan tersebut, menurutnya, saat ini pertumbuhan pendapatan per kapita di desa meningkat cukup bagus hingga 40 persen dalam empat tahun terakhir.

Menurut dia, angka kemiskinan di desa juga mengalami penurunan dua kali lipat lebih besar daripada pembangunan di kota.

Berikutnya angka pengangguran juga saat ini hanya separuh dibandingkan tingkat pengangguran di daerah perkotaan.

"Hal itu perlu kita genjot lagi ditambah infrastruktur, cost mereka bisa lebih murah dan konsumsi juga akan naik," katanya.

Baca juga: Enam tim inovasi desa terbaik raih penghargaan Kemendes PDTT
Pewarta : Katriana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019