Korban Wamena asal Pesisir Selatan akan dioperasi di RSUP M Djamil

Korban Wamena asal Pesisir Selatan akan dioperasi di RSUP M Djamil

Korban selamat dari peristiwa kerusuhan Wamena, Papua, Putri Yanti, saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang,  (ANTARA) - Korban selamat dari kerusuhan di Wamena, Papua, bernama Putri Yanti, akan menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang sebagai tindakan medis terhadap luka yang dialaminya.

"Operasi rencananya dilakukan pada Senin mendatang untuk menangani luka bakar serta luka lain yang ada di tubuh korban," kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustafianof, di Padang, Jumat.

Ia mengatakan dari pemeriksaan diketahui tubuh korban mengalami luka bakar sebesar 18 persen terdapat di beberapa bagian tubuh seperti wajah, punggung, dan lengan.

Selain itu juga terdapat sejumlah luka di beberapa bagian tubuh lain.

Baca juga: Korban Wamena langsung dirawat di RSUP M Djamil setiba di Padang

Baca juga: Korban Wamena sampai di Padang dengan bekas luka bakar


Ia menjelaskan tim dokter akan melakukan tindakan debridement untuk mengangkat jaringan yang sudah mati.

Pihak rumah sakit juga mempertimbangkan untuk menyediakan pendamping rohani serta psikolog kepada korban yang tengah dirawat di ruang luka bakar.

"Kami berupaya memberikan penanganan medis yang maksimal kepada korban," katanya.

Putri Yanti adalah salah satu korban kerusuhan di Wamena, Papua, yang pulang ke Sumbar dan mendarat di BIM pada Kamis (10/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia salah satu korban yang selamat saat kerusuhan terjadi, namun suami serta anaknya tidak dapat diselamatkan.

Kedatangannya disambut oleh isak tangis anggota keluarga yang datang langsung ke bandara dari Pesisir Selatan.

Dari bandara, Putri langsung dibawa ke RSUP M Djamil untuk mendapatkan penanganan medis.*

Baca juga: Sumbar tutup bantuan untuk korban Wamena 18 Oktober 2019

Baca juga: Sumbar hentikan pemulangan perantau dari Wamena
Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019