Kota Ambon lengang setelah diguncang gempa beruntun

Kota Ambon lengang setelah diguncang gempa beruntun

Warga Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Maluku yang mengungsi ke lereng bukit pascagempa magnitudo 5,2 (10/10/2019) (ANTARA/Shariva Alaidrus)

Ambon (ANTARA) - Suasana Kota Ambon tampak lengang setelah gempa beruntun yang mengguncang ibu kota Provinsi Maluku tersebut, pada Kamis petang hingga malam.

Berdasarkan pantauan ANTARA, ruas-ruas jalan di pusat kota tampak sepi, hanya sebagian kecil angkutan kota yang beroperasi dan kendaraan pribadi yang melintas.

Kebanyakan warga terlihat menggunakan sepeda motor maupun jasa ojek untuk beraktivitas, terutama mencari kebutuhan pokok yang diperlukan, mengingat sebagian besar toko maupun swalayan tutup.

Beberapa toko dan swalayan yang buka tampak dipenuhi warga yang ingin membeli kebutuhan pokok, penjaganya terpaksa memberlakukan sistem antre agar semua warga dapat terlayani.

Puluhan kendaraan juga terlihat antre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bahar umum (SPBU) di kawasan Pohon Puleh, Kecamatan Nusaniwe.

Baca juga: Warga Ambon kembali panik akibat gempa

Sedangkan kawasan perbukitan khususnya di Kudamati dan Gunung Nona tampak dipenuhi warga yang memilih mengungsi untuk mengamankan diri dan keluarga dari kemungkinan adanya gempa susulan.

Sebagian warga sudah tampak memasang tenda dari terpal di dua kawasan tersebut untuk bermalam, sedangkan warga lain yang merasa tak aman tinggal di rumahnya terpaksa menumpang di rumah warga lainnya yang lebih dirasakan aman.

Kamar-kamar pada dua penginapan di kawasan Kudamati juga telah penuh dengan warga yang mengungsi.

Guncangan gempa beruntun Kamis siang juga telah menyebabkan Vincent Yonatan Ananto (13) meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan Ruko Hoki di kawasan Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Baca juga: Gempa beruntun akibatkan ribuan warga cari dataran tinggi

"Saat gempa korban sedang berada di Ruko milik orang tuanya. Ia bersama para pekerja lari keluar dari bangunan, tetapi reruntuhan dari lantai atas jatuh menimpanya sehingga korban meninggal dunia," kata petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Negeri Passo, Kota Ambon, Bripka Pol. Arthur Serhalawan.

Korban yang merupakan siswa kelas 8 SMP Kalam Kudus Ambon, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) IX/Ambon, namun nyawanya tidak tertolong.

Serangkaian gempa beruntun tersebut dipicu gempa bermagnitudo 5,2 pada pukul 13.39.44 WIT dan berpusat di 3,57 Lintang Selatan (LS) dan dan 128,26 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km.

BMKG mencatat hingga Kamis siang pukul 14.05 WIT terjadi delapan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,6.

Baca juga: Seorang siswa SMP tewas akibat gempa beruntun
 
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019